Jarak Pandang Terganggu Kabut Asap, Dishub Pastikan Layanan Transportasi Masih Berjalan Normal
Cornel Dimas Satrio August 31, 2026 11:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Fenomena kabut asap akibat cuaca ekstrem yang menyelimuti wilayah Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, mulai memengaruhi tingkat jarak pandang.

Meski demikian, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malinau memastikan seluruh aktivitas layanan angkutan darat, sungai, maupun udara masih beroperasi secara normal dan belum mengalami kelumpuhan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malinau, Aji Widodo, membenarkan kabut asap mulai memberikan dampak langsung pada kelancaran lalu lintas.

Pihaknya pun memperketat pengawasan harian terhadap penyedia jasa transportasi guna mengantisipasi risiko keselamatan perjalanan.

"Kami mengimbau kepada jasa transportasi baik itu sungai, udara, maupun darat karena meningkatnya cuaca kita yang tidak kondusif akibat kabut sehingga sedikit mengganggu transportasi," ujar Aji Widodo saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).

KABUT ASAP - Kabut asap terpantau semakin pekat di wilayah perkotaan Malinau, Kalimantan Utara, Senin (31/8/2026) sore. Meski demikian, Dishub Malinau memastikan belum ada laporan kelumpuhan fatal pada jalur transportasi lokal.
KABUT ASAP - Kabut asap terpantau semakin pekat di wilayah perkotaan Malinau, Kalimantan Utara, Senin (31/8/2026) sore. Meski demikian, Dishub Malinau memastikan belum ada laporan kelumpuhan fatal pada jalur transportasi lokal. (TribunKaltara.com/Mohamad Supri)

Baca juga: Kabut Asap Karhutla Makin Tebal di Malinau, Pengendara Keluhkan Jarak Pandang dan Mata Perih

Layanan mobilitas warga yang masih terkendali ini dinilai tertolong oleh turunnya hujan berintensitas ringan di beberapa titik wilayah Malinau dalam beberapa hari terakhir.

Hujan tersebut dinilai efektif membantu mengurai kepekatan asap di jalur-jalur pergerakan utama.

"Bersyukurnya kita masih ada hujan, sehingga untuk transportasi baik itu sungai, darat, maupun udara masih belum ada laporan yang sifatnya krusial kepada kami," ucapnya.

Perketat Pengawasan Harian

Kendati sejauh ini belum menerima laporan gangguan rute perlintasan maupun penundaan keberangkatan yang fatal, Dishub Malinau memilih tetap waspada.

Pengawasan jarak pandang harian ini menjadi krusial, terutama bagi sektor penerbangan udara perintis yang sangat bergantung pada visibilitas untuk melayani jalur pedalaman dan perbatasan.

"Kami akan coba pantau tiap hari perkembangan dengan dampak cuaca khususnya asap ini, sehingga nanti segera kita imbaukan kembali kepada jasa-jasa layanan," tegas Aji Widodo.

Di sisi lain, Wakil Bupati Malinau, Jakaria, turut menyoroti dinamika cuaca ekstrem ini.

Ia menyebutkan fenomena El Nino ikut memicu suhu udara pada siang hari melonjak di atas 33 derajat Celsius, beriringan dengan meluasnya kabut asap.

"Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak serta rutin menggunakan masker untuk melindungi kesehatan dari paparan polusi sisa pembakaran," kata Jakaria.

Melalui koordinasi aktif antara pemerintah dan penyedia transportasi, keselamatan mobilitas warga diharapkan tetap terjaga di tengah tantangan kabut asap.

(*)

Penulis: Mohammad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.