I.League Perkuat Fondasi Kompetisi, Standar Klub dan Regulasi Terus Ditingkatkan
Hasiolan Eko P Gultom August 31, 2026 11:43 PM

I.League Perkuat Fondasi Kompetisi, Standar Klub dan Regulasi Terus Ditingkatkan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Operator kompetisi sepakbola Indonesia, I.League terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus membangun ekosistem sepak bola Indonesia yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, mengungkapkan proses transformasi tersebut dilakukan melalui komunikasi intensif antara operator liga dan klub.

Evaluasi bahkan telah dilakukan sebelum kompetisi musim sebelumnya berakhir.

“Kalau kita lihat di musim yang lalu, bahkan ketika kompetisi belum selesai, kita sudah melakukan beberapa pertemuan. Kita sudah melakukan diskusi mengenai seperti apa evaluasi yang berjalan di musim lalu,” ujar Asep dalam diskusi yang diadakan PSSI Pers di Kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurut Asep, komunikasi antara I.League dan klub penting untuk menyamakan visi dalam meningkatkan kualitas kompetisi.

Salah satu hasilnya adalah kepastian kalender dan jadwal kompetisi serta penyampaian regulasi lebih awal agar klub memiliki waktu yang cukup untuk melakukan persiapan.

“Kita tidak mengejar bagaimana barunya, tetapi bagaimana kualitas dan standarnya kita naikkan, dan kita konsisten dengan apa yang sudah kita tetapkan,” jelasnya.

Transformasi yang dilakukan dalam tiga tahun terakhir kini memasuki tahap ekspansi.

Salah satu fokusnya adalah meningkatkan standar club licensing yang sebelumnya mencakup lima aspek, yakni sporting, financial, legal, personnel and administrative, serta infrastructure.

Mulai musim depan, aspek tersebut akan ditambah dengan marketing serta development and sustainability.

Penambahan ini diharapkan dapat mendorong klub semakin profesional, tidak hanya dalam aspek teknis tetapi juga dari sisi bisnis dan keberlanjutan.

Dari sisi format kompetisi, Super League tetap diikuti 18 klub dengan sistem double round robin.

Sementara Championship terdiri dari 20 klub yang dibagi menjadi dua grup dengan masing-masing 10 tim dan menggunakan sistem triple round robin.

Asep menegaskan format tersebut dipertahankan untuk menjaga konsistensi kompetisi setelah sebelumnya terjadi sejumlah perubahan.

“Sekarang mudah-mudahan ke depan, secara format dan secara sistem, kita tidak ada lagi perubahan. Kalaupun ada, sifatnya adalah menaikkan kualitas,” ungkapnya.

Untuk regulasi pemain asing di Super League, ketentuannya tetap sama. Sebanyak 11 pemain asing dapat didaftarkan, sembilan masuk daftar susunan pemain, dan maksimal tujuh pemain asing dapat dimainkan.

Sementara itu, perubahan terjadi pada aturan pemain U-23. Musim ini tidak ada lagi kewajiban memainkan pemain U-23 selama 45 menit di starting lineup.

Meski demikian, I.League tetap mendorong klub memberikan kesempatan kepada pemain muda melalui skema insentif bagi klub yang memainkan pemain U-23 dengan standar tertentu.

“Ini juga bukan berarti kita melepaskan begitu saja goal kita untuk membangun pemain muda. Tetapi pendekatannya berbeda karena kita juga menerapkan inisiatif ataupun benefit lain buat klub yang memainkan pemain U-23,” tutur Asep.

Selain pembenahan regulasi dan standar klub, I.League juga melakukan ekspansi kompetisi melalui sejumlah ajang baru dan pengembangan kompetisi usia muda, seperti League Cup, Indonesia Women's League, serta Elite Academy di Championship.

“Kita ekspansi dalam hal jumlah, skup wilayah dari kompetisi, termasuk juga kita menambah kompetisi. Ada League Cup, ada juga Indonesia Women's League, termasuk di Championship ada Elite Academy,” kata Asep.

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.