Celoteh Riang Siswa SD Tetap Beraktivitas di Halaman Sekolah Meski Gunung Sinabung Erupsi
Joanita Ary September 01, 2026 12:32 AM

WARTAKOTALIVECOM, Karo -- Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) pagi.

Aktivitas vulkanik tersebut memuntahkan kolom abu berwarna hitam pekat yang membumbung hingga sekitar 3.500 meter di atas puncak gunung atau mencapai sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Erupsi Gunung Sinabung tercatat terjadi sekitar pukul 10.17 WIB.

Kolom abu yang keluar dari kawah terlihat tebal dan bergerak ke arah timur hingga tenggara.

Berdasarkan informasi aktivitas erupsi, letusan tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 120 milimeter dengan durasi sementara mencapai sekitar 1 jam 1 menit 48 detik.

Di tengah erupsi yang kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tersebut, beredar video yang memperlihatkan sejumlah siswa sekolah dasar (SD) masih beraktivitas di halaman sekolah.

Para siswa tampak menjalankan kegiatan di lingkungan sekolah ketika Gunung Sinabung mengalami erupsi.

Kondisi itu menjadi perhatian karena paparan abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, terutama apabila terhirup tanpa perlindungan.

Karena itu, keselamatan peserta didik menjadi hal yang harus diprioritaskan selama aktivitas Gunung Sinabung meningkat.

Dinas Pendidikan mengimbau seluruh warga sekolah, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK di wilayah yang terdampak aktivitas Gunung Sinabung, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Warga sekolah juga diminta menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Selain itu, seluruh pihak diminta mengikuti arahan dan informasi yang disampaikan petugas terkait perkembangan aktivitas gunung api.

Gunung Sinabung saat ini masih berstatus Level II atau Waspada.

Dengan status tersebut, masyarakat maupun wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi akibat ancaman erupsi Gunung Sinabung.

Masyarakat juga diminta tidak memasuki kawasan dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.

Larangan juga berlaku pada wilayah sektoral dengan radius 4,5 kilometer ke arah selatan-tenggara dari puncak gunung.

Kewaspadaan tidak hanya diperlukan terhadap material erupsi yang keluar dari kawah.

Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta mewaspadai potensi terjadinya lahar, terutama setelah hujan turun di kawasan puncak.

Aktivitas Gunung Sinabung menjadi pengingat bahwa kondisi lingkungan sekitar gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.

Karena itu, masyarakat di kawasan terdampak diminta tidak mengabaikan rekomendasi keselamatan dari petugas.

Terlebih bagi lingkungan pendidikan, kegiatan belajar dan aktivitas siswa perlu disesuaikan dengan kondisi terkini apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, termasuk ketika abu vulkanik mulai menyebar ke kawasan permukiman atau sekolah.

Masyarakat juga diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai aktivitas Gunung Sinabung dan selalu merujuk pada informasi resmi dari instansi berwenang.

Keselamatan warga, terutama anak-anak dan kelompok rentan, harus menjadi prioritas selama Gunung Sinabung masih menunjukkan aktivitas vulkanik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.