“Intensitas murni!” - Ronald Araujo mengaku benar-benar terkejut dengan tempo Liga Primer setelah pindah ke Liverpool dengan status pinjaman dari Barcelona
Hendra Wijaya September 01, 2026 03:22 AM

Rekrutan musim panas Liverpool, Ronald Araujo, mengakui bahwa ia masih berusaha beradaptasi dengan tempo sepak bola Inggris yang tanpa henti setelah kepindahannya dengan status pinjaman dari Barcelona. Bek tim nasional Uruguay itu tiba di Anfield untuk memperkuat lini pertahanan yang ditinggalkan Ibrahima Konate, yang hengkang ke Real Madrid lebih awal pada bursa transfer ini.

Ronald Araujo menyesuaikan diri dengan kehidupan di Merseyside

Liverpool bergerak cepat untuk mengamankan Araujo dengan kesepakatan sementara menjelang musim ini. Bek berusia 27 tahun tersebut didatangkan untuk menutup kekosongan yang ditinggalkan Konate setelah pemain Prancis itu menyelesaikan transfernya ke Real Madrid.

The Reds juga memandang pemain Uruguay itu sebagai pelapis penting untuk sisi kanan pertahanan mereka. Keputusan taktis ini dipicu oleh kesulitan awal Jeremie Frimpong dalam memberikan dampak instan di posisi bek kanan sejak kedatangannya sendiri ke klub.

Setelah bermain imbang 2-2 dalam laga sengit melawan Nottingham Forest, bek tengah serbabisa itu menuturkan pengalaman pertamanya di Inggris. Setelah tampil sebagai pemain pengganti saat menghadapi Newcastle United dan Forest, Araujo mengaku masih membiasakan diri dengan sifat kompetisi yang begitu tanpa ampun.

Kejutan fisik yang keras

Mantan kapten Barcelona itu tidak menyembunyikan keterkejutannya ketika membahas beratnya transisi menuju sepak bola Inggris. “Sejak momen saya mengenakan seragam Liverpool ini, saya langsung memahami seperti apa sebenarnya Liga Primer,” kata Araujo.

“Temponya berada di level yang benar-benar berbeda: ini adalah intensitas murni, duel fisik yang berat, dan Anda tidak diberi sedetik pun untuk berpikir,” lanjutnya. “Masuk dari bangku cadangan dalam beberapa pertandingan pertama ini melawan tim seperti Newcastle dan Forest, Anda segera sadar bahwa Anda harus berada di 100 per cent sejak detik sepatu Anda menyentuh lapangan.”

Saat membandingkan lingkungan barunya dengan kasta tertinggi sepak bola Spanyol, sang bek menyoroti perbedaan gaya bermain yang jelas. “Jangan salah paham, Anda tidak boleh pernah meremehkan La Liga,” tambahnya. “Itu adalah liga yang ditentukan oleh taktik luar biasa dan kualitas teknik yang brilian, dan memenangi gelar di sana mengajarkan saya banyak hal. Tetapi Liga Primer berada di level lain dalam hal kekuatan fisik murni dan kecepatan yang luar biasa.”

Membangun jalan di Anfield

Meski sempat terkejut pada awalnya, Araujo memandang tuntutan berat Liga Primer sebagai ujian tertinggi bagi seorang bek. Ia percaya bahwa berhasil di Inggris merupakan tolok ukur setinggi mungkin bagi seorang bek tengah elite.

“Saya sungguh percaya bahwa jika seorang bek bisa menegaskan dirinya di lingkungan seperti ini, jika dia bisa menunjukkan kualitasnya, bertahan dalam pertarungan setiap pekan, dan berkembang di Inggris, maka dia bisa kembali ke La Liga dan benar-benar mendominasi tanpa kesulitan,” tutup Araujo. “Setiap menit yang saya habiskan di sini adalah pertarungan, dan saya siap bertarung demi tempat saya di Anfield.”

Ujian yang akrab di panggung Eropa

Araujo berharap bisa mendorong peluang untuk tampil sebagai starter pertamanya ketika Liverpool bertandang menghadapi Ipswich Town dalam pertandingan Liga Primer berikutnya. Dengan Frimpong yang masih kesulitan menemukan performa terbaik dan Konate yang sudah pergi, pemain Uruguay itu memiliki peluang besar untuk mengamankan tempat permanen di susunan starter.

Setelah itu, perhatian akan beralih ke Eropa, saat The Reds memulai kampanye Liga Champions mereka di Anfield melawan Atletico Madrid. Laga pembuka di Eropa itu menghadirkan tantangan yang sangat familiar bagi Araujo, yang sangat memahami tim asuhan Diego Simeone dari masanya bermain di La Liga.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.