Mengenal Jembatan yang Ambruk di Pangandaran: 1 dari 2.500 Jembatan yang Dicanangkan Prabowo
Hasanudin Aco September 01, 2026 10:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jembatan gantung Merpati Pongpet di Kampung Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, anjlok dan nyaris ambruk  pada Minggu (30/8/2026) sore.

Jembatan itu rusak beberapa saat setelah diresmikan oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami.

Bupati nyaris celaka besar dalam kejadian itu, beruntunglah dia berhasil diselamatkan.

Jembatan gantung sepanjang 60 meter yang melintasi Sungai Cijulang dengan ketinggian 30–40 meter ini memiliki peran yang sangat strategis.

Keberadaannya menghubungkan tiga wilayah sekaligus yaitu Desa Margacinta, Desa Cibanten (Kecamatan Cijulang), dan Desa Cimindi (Kecamatan Cigugur).

Selain sebagai akses harian warga, jembatan ini merupakan jalur utama menuju destinasi wisata Kampung Budaya Seni Badud.

Proyek nasional Presiden Prabowo

Jembatan Gantung Pongpet merupakan bagian dari program pembangunan jembatan nasional yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto.

Prabowo menyinggung soal proyek pembangunan jembatan di desa ini saat berpidato pada  Puncak Peringatan Hari Guru Tahun 2025 di Indonesia Arena, Jakarta,  Jumat 28 November 2025 lalu.

Prabowo prihatin banyak anak-anak di sejumlah daerah harus menyeberangi sungai deras setiap hari demi bisa bersekolah.

Prabowo lalu mengumumkan pembentukan Satuan Tugas Khusus Darurat Jembatan yang akan memfokuskan pembangunan hingga 300 ribu jembatan di berbagai wilayah Indonesia.

Dikutip dari situs Presiden RI, Selasa (1/9/2026),  Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membagikan video yang menampilkan progres pembangunan jembatan gantung di berbagai wilayah Indonesia melalui akun media sosialnya pada Minggu, 21 Juni 2026 lalu.

Pembangunan ribuan jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, TNI Angkatan Darat, dan masyarakat untuk memperkuat konektivitas hingga ke daerah-daerah terpencil.

Dalam keterangan tertulis yang menyertai unggahan tersebut, Seskab Teddy menegaskan bahwa pembangunan jembatan tidak sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga membuka akses dan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terisolasi oleh kondisi geografis.

“Membangun jembatan, menghubungkan harapan,” tulis Seskab Teddy mengawali keterangannya.

Menurut Seskab Teddy, kehadiran jembatan di wilayah yang selama puluhan tahun terpisahkan oleh sungai dapat mengubah kehidupan masyarakat.

Karena itu, Presiden Prabowo Subianto mendorong pembangunan jembatan gantung guna mewujudkan konektivitas yang lebih cepat, aman, dan merata hingga ke pelosok Indonesia.

Seskab Teddy juga menjelaskan bahwa pembangunan jembatan terus dipercepat melalui sinergi antara pemerintah, TNI AD, dan masyarakat setempat.

Menurut Seskab Teddy, pemerintah menargetkan sebanyak 2.500 jembatan gantung selesai dibangun pada Agustus 2026.

Pembangunan kemudian akan terus dipercepat hingga mencapai target 5.000 jembatan pada akhir tahun mendatang.

Penjelasan Dandim 0625/Pangandaran

Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan mengatakan  Jembatan Gantung Pongpet dibangun melalui sistem padat karya yang melibatkan Kodim 0625/Pangandaran bersama masyarakat.

Citra menyampaikan dukungan pembangunan berasal dari pemerintah pusat dalam bentuk kebutuhan material dan peralatan.

Dalam pelaksanaannya, Kodim bersama masyarakat turut mengerjakan pembangunan jembatan tersebut.

"Kebetulan untuk anggaran dari pusat sistem padat karya. Kami padat karya bersama masyarakat. Kodim 0625 bersama masyarakat mengajukan kebutuhan peralatan kemudian material yang dibutuhkan, kemudian membangun bersama masyarakat," ujarnya.

Menurutnya pembangunan jembatan tersebut ditujukan untuk membuka dan memperkuat akses masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, pertanian, perekonomian, serta pariwisata.

"Tujuan jembatan ini untuk meningkatkan ataupun membantu masyarakat, baik dalam segi pendidikan, pertanian, perekonomian dan yang utama pariwisata di wilayah Pangandaran," ucap Citra.

Mengapa jembatan rusak?

Letkol Czi Citra Kurniawan  mengatakan bagian jembatan yang mengalami kerusakan bukan rangka bawah, melainkan tali sling di sisi kanan yang terlepas bersama blok angkurnya.

"Jadi pada saat setelah disambut Forkopimda kemudian dengan Bupati, saya dan Dandim melintasi jembatan tersebut. Kemudian tali sling yang di sebelah kanan terjadi lepas," ujar Citra kepada sejumlah wartawan di halaman Mako Kodim Pangandaran, Senin (31/8/2026) siang.

Menurutnya rangka bawah jembatan masih dalam kondisi utuh. Sling di sisi kiri juga masih terpasang.

"Untuk konstruksi bawahnya itu masih utuh. Dapat dilihat mungkin di video yang beredar itu, rangka bawah masih tetap utuh dengan sling sebagian sebelah kirinya," katanya.

Citra secara terbuka mengakui insiden tersebut terjadi akibat kelalaian pihaknya dalam mengendalikan jumlah orang yang melintasi jembatan saat peresmian.

"Untuk penyebabnya itu memang kesalahan kami dari Kodim. Pada saat pelaksanaan peresmian kami tidak mengontrol kapasitas yang melewati jembatan tersebut," ucap Citra.

Citra menyebut suasana peresmian yang diwarnai antusiasme masyarakat menjadi salah satu faktor.

Saat itu, pihak Kodim dan masyarakat tengah larut dalam euforia karena akses menuju salah satu destinasi wisata di Pangandaran kembali terbuka, padahal jembatan tersebut sudah memiliki batas kapasitas penggunaan.

Ia menyebut jembatan gantung itu memiliki kemampuan beban maksimal sekitar 2 ton. Namun, penggunaan saat kondisi normal dibatasi sekitar 60 persen dari kapasitas maksimal tersebut.

"Untuk beban maksimal itu di 2 ton. Jembatan tersebut telah kami hitung, kemudian dia di 60 persennya untuk maksimum digunakan oleh jembatan tersebut," ujarnya.

Sumber: Tribunnews.com/Tribun Jabar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.