Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Kota Palu mendorong setiap kelurahan mampu menghasilkan komoditas pangan sendiri sebagai salah satu upaya menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus menekan gejolak harga di pasar.
Upaya tersebut dilakukan melalui Program Kelurahan Menanam yang menjadi bagian dari Palu Mapan.
Program ini memanfaatkan lahan warga maupun lahan yang selama ini belum digunakan secara optimal untuk ditanami sejumlah komoditas yang berpengaruh terhadap pergerakan inflasi.
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan, pemerintah tidak hanya mengejar produksi dari satu lokasi.
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi hal penting agar pasokan komoditas pangan dapat terjaga dan berdampak terhadap kestabilan harga di pasar.
"Kita berharap bahwa program ini terus berjalan, untuk bisa memetakan dengan baik wilayah-wilayah yang bisa mencapai panen yang baik dan mengevaluasi wilayah-wilayah yang belum optimal," kata Hadianto saat meninjau panen bawang merah di Duyu, Senin (31/8/2026) sore.
Baca juga: Galakkan Palu Mapan, Petani di Duyu Panen 400 Kg Bawang Merah
Evaluasi tersebut diperlukan untuk mengetahui kendala yang menyebabkan hasil produksi di sejumlah wilayah belum maksimal.
Dengan pemetaan dan evaluasi secara berkala, pemerintah berharap produksi komoditas pangan dapat berlangsung secara lebih stabil.
Hadianto mengatakan, stabilnya produksi di tingkat kelurahan nantinya dapat membantu menjaga pasokan ke pasar.
"Sehingga nanti bisa diketahui di mana kendalanya sehingga kita bisa melakukan panen yang stabil, sehingga nanti pasar juga ikut benar-benar stabil," ujarnya.
Program tersebut juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari lahan yang mereka miliki.
Pemerintah Kota Palu memberikan dukungan berupa benih dan pendampingan, sedangkan warga memanfaatkan lahan untuk melakukan penanaman.
Hadianto menegaskan, setelah warga melakukan panen dan membutuhkan benih kembali, pemerintah akan memberikan dukungan untuk keberlanjutan penanaman.
Baca juga: SIM Keliling Banggai Hadir di 10 Kecamatan, Cek Lokasinya
"Pemerintah betul-betul hanya memberikan benih, memberikan penguatan, tidak berharap yang lain," katanya.
Selain bawang merah, Pemkot Palu melalui Program Kelurahan Menanam juga mengembangkan cabai, tomat, kangkung dan sawi hijau.
Ke depan, pemerintah juga berencana mengembangkan komoditas ikan air tawar sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan harga pangan di Kota Palu.
46 Kelurahan Dibagi Lima Komoditas
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu Lukman mengatakan, Program Kelurahan Menanam dirancang dengan membagi 46 kelurahan berdasarkan komoditas yang akan dikembangkan.
Sebanyak 10 kelurahan diarahkan untuk menanam cabai.
Kemudian masing-masing sembilan kelurahan menanam tomat, bawang merah, kangkung dan sawi hijau.
Pembagian tersebut dilakukan agar pengembangan komoditas dapat lebih terarah dan kebutuhan pangan yang berkontribusi terhadap inflasi dapat diproduksi di tingkat lokal.
"Program Kelurahan Menanam yang juga disebut dengan Palu Mapan adalah sebuah program yang diinisiasi Pak Wali Kota terkait untuk menyikapi persoalan inflasi," kata Lukman.
Menurut Lukman, sejumlah bahan pangan memberikan andil terhadap naik turunnya inflasi.
Karena itu, pemerintah berupaya meningkatkan ketersediaan komoditas melalui pemanfaatan lahan yang ada di masing-masing kelurahan.
Program tersebut mulai dijalankan pada awal Juni 2026.
Baca juga: Di Depan Camat dan Kades, Gubernur Sulteng Ingatkan Kewenangan Kepala Wilayah dan Aturan SKPT
Pemerintah kemudian menyalurkan benih untuk disemai maupun langsung ditanam sesuai karakteristik komoditas.
Untuk bawang merah, penanaman dilakukan hampir serentak pada akhir Juni.
Sekitar dua bulan kemudian, sejumlah lokasi penanaman bawang merah mulai memasuki masa panen.
Hadianto berharap keberhasilan sejumlah lokasi dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya agar ikut memanfaatkan lahan untuk mendukung ketahanan pangan di Kota Palu.
"Kita berharap bahwa ini bisa menjadi sharing practice, based practice buat masyarakat lain bahwa Pemerintah Kota Palu memiliki program ini dan pemerintah akan memberikan dukungan yang total," ujarnya.
Ia mengatakan, dukungan pemerintah tidak berhenti pada penyediaan benih.
Pemerintah juga akan mendorong hasil produksi agar dapat masuk ke pasar sehingga manfaat program dapat dirasakan dari sisi ekonomi masyarakat sekaligus membantu menjaga keseimbangan pasokan pangan.
Dengan pola tersebut, Palu Mapan diharapkan tidak sekadar menjadi program penanaman, tetapi berkembang menjadi salah satu strategi Pemkot Palu menjaga ketersediaan pangan dan mengendalikan gejolak harga komoditas di pasar. (*)