Laporan Yolanda Putri Dewanti
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Mulai Selasa, 1 September 2026, Stasiun Karet resmi tidak lagi melayani aktivitas naik dan turun penumpang Commuter Line.
Pengguna KRL yang biasanya mengakses Stasiun Karet kini seluruhnya dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru atau BNI City.
Langkah ini diambil seiring dimulainya pekerjaan fisik penataan serta integrasi antara Stasiun Karet dan Stasiun BNI City secara menyeluruh.
Baca juga: LRT Jabodebek Kian Andal, Komunitas KRL Mania Beri Catatan Soal Tarif & Integrasi
Kendati tak lagi melayani penumpang, perjalanan Commuter Line dipastikan tetap melintas di Stasiun Karet tanpa berhenti.
"Betul, mulai besok pelayanan naik turun penumpang di Stasiun Karet akan diintegrasikan di Stasiun BNI City," kata Karina Amanda selaku VP Corporate Secretary KAI Commuter dalam keterangan, Selasa (1/9/2026).
Penataan Fasilitas Travelator
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan pengalihan layanan dilakukan agar proses konstruksi fisik dapat berjalan optimal sekaligus menjaga keselamatan para pengguna jasa.
“Pekerjaan integrasi ini membutuhkan ruang kerja yang memadai dan aman. Karena itu, pelayanan naik dan turun penumpang di Stasiun Karet dialihkan," ujar Franoto.
Dalam proyek modernisasi ini, fungsi Stasiun Karet akan bergeser menjadi pintu gerbang sekaligus akses penghubung pejalan kaki dari Jalan K.H. Mas Mansyur menuju Stasiun BNI City.
"Di area Stasiun Karet akan dibangun fasilitas pendukung ultimate untuk akses dari pintu Karet ke Stasiun BNI City, seperti pemasangan travelator dan fasilitas penunjang lainnya," jelasnya.
“Jadi, integrasi ini bukan hanya berupa koneksi secara konsep, tetapi diwujudkan melalui pekerjaan fisik pada fasilitas stasiun," kata dia.
Kapasitas Stasiun Karet yang selama ini terbatas—hanya mampu menampung sekitar 300 orang per peron dibanding lonjakan pengguna harian mencapai 14.000 orang—turut menjadi pertimbangan utama. Seluruh pekerjaan fisik integrasi ini ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026.
“Kami memahami bahwa pengalihan pelayanan di Stasiun Karet ke stasiun alternatif, salah satunya yaitu Stasiun BNI City, akan membutuhkan penyesuaian dari masyarakat, terutama pengguna yang setiap hari beraktivitas di kawasan tersebut," tutup Franoto.
Pro dan Kontra di Kalangan Penumpang KRL
Penghentian operasional Stasiun Karet memicu beragam reaksi dari para komuter harian. Sigit (59), pengguna KRL asal Depok, mengaku setuju dengan kebijakan penutupan tersebut mengingat area stasiun yang dinilai terlalu sempit.
"Saya setuju karena stasiun ini kan sempit. Langsung terhubung dengan jalan besar. Ojek online juga ngumpul semua di sini. Jadi macet sekali," ujar Sigit saat ditemui di Stasiun Karet, Senin (31/8/2026).
Sebaliknya, Firda (35), pekerja asal Cikarang yang sehari-hari berkantor di kawasan Setiabudi, mengaku kurang setuju dengan penutupan Stasiun Karet lantaran akses transportasi sambungan yang sudah matang.
Wanita yang menggunakan Stasiun Karet selama satu tahun terakhir ini menilai akses transportasi umum di sekitar Stasiun Karet sudah cukup mendukung karena terdapat layanan JakLingko.
"Sebenarnya stasiun sudah enak. Saya mudah mendapatkan transum, seperti JakLingko," kata Firda.
Sementara itu, fasilitas transportasi lanjutan di sekitar Stasiun BNI City belum semudah di Stasiun Karet.
Selain transportasi umum, Firda juga mempertimbangkan kemudahan mendapatkan ojek online. Menurutnya, kendaraan ojol lebih mudah ditemukan di sekitar Stasiun Karet. (m27)