Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari Selasa 1 September 2026.
Tema renungan katolik "yang Kudus dari Allah".
Renungan katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XXII tahun A dengan warna liturgi hijau.
Bacaan hari Selasa: 1Kor 2:10b-16; Mzm 145:8-9.10-11.12-13ab.13cd-14; Luk 4:31-37 dan BcO 1Tim 6:11-21.
Baca juga: Renungan Katolik Selasa 1 September 2026, Setan Kenal Allah: Tidak Tinggal Bersama Dia
Manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah;manusia rohani menilai segala sesuatu.
Saudara-saudara, Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerangan di antara manusia yang tahu apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia?
Demikian pula tiada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah,supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.Dan karena kami menjelaskan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berbicara tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang diajarkan kepada kami bukan oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.
Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah,karena hal itu adalah suatu kebodohan. Ia tidak dapat pula memahaminya,sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. Sebab manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.Sebab, “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:8-9.10-11.12-13ab.13cd-14
Ref: Tuhan itu adil dalam segala tindakannya.
Tuhan itu pengasih dan penyayang,panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu,dan akan membicarakan keperkasaan-Mu,
Tuhan setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.
Bait Pengantar Injil:Luk 7:16
Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita,dan Allah mengunjungi umat-Nya.
Bacaan Injil: Luk 4:31-37
Aku tahu siapa Engkau: Engkaulah Yang Kudus dari Allah. Sekali peristiwa Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea. Di situ Ia mengajar pada hari-hari Sabat. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan. Ia berteriak dengan suara keras, “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami?
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Yang Kudus dari Allah”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Memasuki Bulan Kitab Suci Nasional mengajak kita kembali kepada sumber iman: Sabda Tuhan. Di saat kita membaca Kitab Suci, kita sedang membuka diri pada Tuhan yang hidup dan kudus. Injil hari ini menampilkan dua hal yang sangat nyata: Yesus adalah Yang Kudus dari Allah, dan kehadiran-Nya tidak hanya memberi pengajaran, tetapi juga membebaskan. Karena itu, Bulan Kitab Suci Nasional bukan sekadar agenda ibadat, melainkan kesempatan untuk merasakan bahwa firman Tuhan sungguh bekerja di tengah hidup kita.
Saudara-saudari terkasih.
Paulus dalam bacaan ini (1Kor 2:10b-16) menjelaskan bahwa Roh Kudus menyelidiki dan mengetahui “hal-hal Allah.” Tanpa Roh, manusia hanya menilai hal-hal rohani dengan ukuran dunia. Tetapi mereka yang dipimpin Roh memperoleh kemampuan rohani untuk memahami kehendak Allah. Mengenal Tuhan bukan terutama hasil logika, melainkan buah keterbukaan terhadap Roh Kudus. Dan dalam Injil (Luk 4:31-37), Yesus mengajar di Kapernaum dan di sana seseorang yang kerasukan roh jahat berseru bahwa Yesus adalah “Yang Kudus dari Allah.” Roh jahat tahu siapa Yesus, tetapi tidak tunduk secara sukarela; ia justru mengakui kebenaran sambil berteriak dan memohon. Yesus menegur dan roh itu keluar. Poin Refleksi kita adalah “Kitab Suci”: Jika Roh Kudus yang mengajarkan cara memahami hal-hal Allah, maka membaca Kitab Suci perlu disertai doa: “Tuhan, bukakan mata hatiku.” Jangan membaca hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi untuk membentuk cara berpikir dan menilai hidup. “Kekudusan Kristus”: Roh jahat tidak sekadar “dikalahkan secara teori”; ia diusir oleh kuasa Yesus. Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan hadir untuk mematahkan belenggu dosa, ketakutan, dan kebiasaan yang merusak. Firman yang kita dengar harus mengarah pada perubahan nyata. “Yang Kudus dari Allah”: Roh jahat mengakui Yesus, tetapi tidak mau menyerah pada kehendak-Nya. Kita diajak bertanya: apakah pengakuan kita hanya di mulut, atau sudah menjadi ketaatan yang mengubah pilihan-pilihan kita sehari-hari?
Saudara-saudari terkasih,
Pesan untuk kita, pertama, Bulan Kitab Suci Nasional adalah panggilan untuk membuka diri pada Roh Kudus saat membaca Sabda. Kedua, kekudusan Kristus berdaya membebaskan: firman bukan hanya didengar, tetapi mengusir yang jahat. Ketiga, pengakuan iman harus menjadi ketaatan; mengenal Yesus berarti mau menyerahkan hidup kepada-Nya. Tuhan memberkati kita. (sumber: the katolik.com/adiutami.com/kgg).