Perbedaan Benteng Vredeburg Yogyakarta dan Vastenburg Solo, Peninggalan Belanda yang Beda Nasib
Hanang Yuwono September 01, 2026 11:13 AM

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Kota Solo, Jawa Tengah, dan Yogyakarta sama-sama memiliki benteng peninggalan kolonial Belanda yang menjadi bagian penting dari sejarah kedua kota.

Di Solo terdapat Benteng Vastenburg, sementara di Yogyakarta berdiri Benteng Vredeburg.

Keduanya sama-sama dibangun pada abad ke-18 dan memiliki kaitan erat dengan keberadaan keraton di masing-masing wilayah.

Baca juga: Perbedaan Serabi Solo dan Bandung : dari Tekstur, Topping, hingga Cara Memasaknya

Namun, Benteng Vastenburg dan Benteng Vredeburg memiliki sejumlah perbedaan, mulai dari lokasi, waktu pembangunan, asal-usul nama, hingga pemanfaatannya saat ini.

Kedua benteng tersebut pada masa kolonial juga memiliki fungsi strategis. Keberadaannya tidak hanya berkaitan dengan pertahanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Belanda mengawasi aktivitas penguasa pribumi.

1. Berada di Dua Kota Berbeda

Perbedaan paling jelas adalah lokasi.

Benteng Vastenburg berada di Kota Surakarta atau Solo, Jawa Tengah.

Benteng ini terletak di kawasan pusat kota dan tidak jauh dari Keraton Surakarta serta Balai Kota Surakarta.

Sementara itu, Benteng Vredeburg berada di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lokasi Vredeburg juga sangat strategis karena berada di kawasan Titik Nol Kilometer, tepat di depan Gedung Agung Yogyakarta dan tidak jauh dari kawasan Malioboro.

Kedua benteng sama-sama berada di kawasan perkotaan yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Namun, pemanfaatan kawasan di sekitar kedua benteng berkembang dengan karakter berbeda.

Baca juga: Ada Dua Pasar Malam Sekaten di Solo, Ini Perbedaan Sekaten Keraton Surakarta dan Keraton Jogja

2. Vastenburg Dibangun Lebih Dulu

Dari sisi waktu pembangunan, Benteng Vastenburg lebih dahulu berdiri dibandingkan Benteng Vredeburg.

Benteng Vastenburg mulai dibangun sekitar 1745 atas prakarsa VOC dan Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff.

Pembangunan benteng tersebut berkaitan dengan kepentingan Belanda untuk mengawasi Keraton Surakarta.

Posisinya yang berada di kawasan strategis membuat benteng tersebut memiliki fungsi penting dalam sistem pertahanan sekaligus pengawasan terhadap aktivitas keraton.

Sementara Benteng Vredeburg dibangun kemudian, sekitar 1765-1767.

Awalnya benteng tersebut dikenal dengan nama Fort Rustenburg.

Pembangunan Vredeburg juga tidak bisa dilepaskan dari hubungan antara Belanda dan Keraton Yogyakarta yang didirikan Sultan Hamengku Buwono I.

Baca juga: Tahukah Kamu? Ini 6 Perbedaan Nasi Liwet Solo dan Bandung, Sama-sama Gurih tetapi Sejarahnya Berbeda

Museum Benteng Vredeburg.
Museum Benteng Vredeburg. (Kemdikbud)

3. Nama Vredeburg dan Vastenburg Memiliki Makna Berbeda

Selain tahun pembangunan, nama kedua benteng juga memiliki asal-usul berbeda.

Benteng Vredeburg sebelumnya bernama Fort Rustenburg, yang berarti Benteng Peristirahatan.

Benteng tersebut kemudian mengalami kerusakan akibat gempa bumi pada 1867. Setelah dibangun kembali, namanya berubah menjadi Fort Vredeburg.

Vredeburg berarti Benteng Perdamaian.

Nama tersebut dikaitkan dengan harapan hubungan antara Belanda dan Keraton Yogyakarta berlangsung damai.

Sementara itu, Benteng Vastenburg atau yang juga dikenal sebagai Fort Surakarta merupakan benteng yang dibangun untuk kepentingan pertahanan dan pengawasan terhadap Keraton Surakarta.

Baca juga: Sama-sama Trah Mataram, Ini Perbedaan Keraton Solo dan Keraton Yogyakarta

4. Sama-sama Dibangun untuk Mengawasi Keraton

Meski memiliki sejarah pembangunan berbeda, kedua benteng memiliki kesamaan penting.

Keberadaan Vastenburg dan Vredeburg tidak dapat dilepaskan dari kepentingan politik dan militer Belanda di Jawa.

Benteng Vastenburg dibangun di dekat Keraton Surakarta sehingga Belanda dapat mengawasi aktivitas kerajaan.

Benteng tersebut bahkan dilengkapi persenjataan yang diarahkan ke kawasan keraton.

Hal serupa terjadi di Yogyakarta.

Benteng Vredeburg dibangun di lokasi yang sangat dekat dengan Keraton Yogyakarta.

Letaknya yang strategis membuat benteng tersebut dapat digunakan untuk mengawasi perkembangan yang terjadi di lingkungan keraton.

Dengan demikian, meski kemudian dikenal sebagai bangunan bersejarah dan destinasi wisata, fungsi awal kedua benteng sangat berkaitan dengan kepentingan kolonial.

Baca juga: Perbedaan Gulai, Tongseng, dan Tengkleng, Olahan Kambing yang Populer di Solo Raya

5. Vredeburg Kini Menjadi Museum

Perbedaan mencolok terlihat dari pemanfaatan kedua bangunan pada masa sekarang.

Benteng Vredeburg kini dikenal sebagai Museum Benteng Vredeburg.

Kompleks benteng masih mempertahankan sejumlah bangunan bersejarah dan dimanfaatkan sebagai ruang edukasi sejarah.

Di dalamnya terdapat berbagai diorama yang menceritakan perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Salah satu diorama yang dapat ditemukan berkaitan dengan pelantikan Soedirman sebagai Panglima Besar TNI.

Karena berada di pusat Kota Yogyakarta, Vredeburg juga menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang mudah dijangkau wisatawan.

Kawasan benteng dilengkapi sejumlah ruang dan halaman yang dapat dinikmati pengunjung.

6. Vastenburg Memiliki Riwayat Pemanfaatan yang Berbeda

Benteng Vastenburg memiliki perjalanan yang berbeda setelah Indonesia merdeka.

Benteng tersebut pernah digunakan sebagai markas dan fasilitas kegiatan militer TNI.

Pemanfaatannya antara lain berkaitan dengan aktivitas keprajuritan dan pernah menjadi markas pusat Brigade Infanteri 6/Trisakti Baladaya Kostrad untuk wilayah Karesidenan Surakarta.

Namun, setelah tidak lagi digunakan sekitar dekade 1980-an, kompleks benteng sempat terbengkalai.

Kondisi tersebut kemudian diperumit dengan persoalan kepemilikan dan pengelolaan.

Benteng Vastenburg akhirnya ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya pada 2010.

Dalam perkembangannya, kawasan Vastenburg kemudian beberapa kali digunakan sebagai lokasi kegiatan publik, termasuk festival, pertunjukan seni, maupun acara berskala besar.

Baca juga: 5 Ide Jualan Makanan di Dekat Sekolah, Punya Peluang Bagus Meski Ada MBG di Solo

7. Sama-sama Cagar Sejarah, tetapi Pengelolaannya Berbeda

Jika dibandingkan, Benteng Vredeburg saat ini lebih kuat identitasnya sebagai destinasi wisata sejarah dan museum.

Bangunan-bangunan di dalam kompleksnya dirawat dan dimanfaatkan untuk kegiatan edukasi.

Sementara Vastenburg lebih sering terlihat sebagai kawasan benteng terbuka yang digunakan untuk berbagai kegiatan publik.

Perbedaan pemanfaatan tersebut membuat pengalaman wisatawan ketika mengunjungi kedua benteng juga berbeda.

Di Vredeburg, pengunjung dapat memperoleh pengalaman wisata sejarah melalui museum dan koleksi diorama.

Di Vastenburg, daya tarik utamanya lebih banyak berasal dari bangunan benteng, tembok pertahanan, gerbang, serta ruang terbuka di dalam kompleks.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.