Penanganan Karhutla di Hutan Lindung Tanjung Jabung Timur Libatkan Satgas Gabungan
Seno Tri Sulistiyono September 01, 2026 11:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, melibatkan satgas gabungan.

Pelibatan satgas gabungan ini terbukti efektif untuk proses pemadaman dan pendinginan. Satgas gabungan tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta dunia usaha, termasuk PT Wirakarya Sakti (WKS), unit usaha APP Group.

Gubernur Jambi Al Haris mengapresiasi kerja tim satgas ini saat meninjau langsung lokasi karhutla bersama Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, Senin (31/8/2026).

Baca juga: Karhutla Kalbar Berdampak pada Satwa, Orangutan Ditemukan Tak Sadar dan Trenggiling Mati

Peninjauan turut diikuti Danrem 042/Garuda Putih, Karo Ops Polda Jambi, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Ketua DPRD Tanjung Jabung Timur, Kapolres Tanjung Jabung Timur, Dandim 0419/Tanjab, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Jabung Timur, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Dari hasil peninjauan, api terbuka di kawasan tersebut telah dapat dikendalikan. Namun, asap masih terlihat di sejumlah titik sehingga tim gabungan terus melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang masih aktif di bawah permukaan gambut.

“Di wilayah kawasan hutan gambut Londerang ini masih terdapat asap yang sangat mungkin di bawah masih aktif apinya. Lahan gambut ini tidak sekaligus kita siram air langsung mati, tetapi terus menjalar. Bahkan ketika asapnya hilang, begitu kering bisa timbul lagi. Itulah ciri khas lahan gambut,” kata Al Haris.

Menurut Al Haris, penanganan dilakukan bersama-sama oleh berbagai unsur yang turun langsung ke lapangan. Ia juga secara khusus menyebut keterlibatan WKS dalam mendukung upaya agar kebakaran tidak meluas.

“Teman-teman dari TNI-Polri, hari ini langsung Pangdam turun ke lapangan bersama kami, juga Danrem, Karo Ops Polda Jambi, BPBD, Manggala Agni, kemudian juga dari PT WKS aktif di sini, langsung memantau, mengawal agar tidak meluas apinya,” ujarnya.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan melakukan berbagai upaya mulai dari penyekatan titik api, pemadaman darat, hingga penguatan pasokan air untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan di kawasan gambut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun intake air dari Sungai Batanghari.

“Alhamdulillah ini sudah mulai pendinginan. Luar biasa teman-teman bekerja mulai dari menyekat titik api, lalu juga membangun intake di Sungai Batanghari. Di sini saya lihat sudah begitu canggih model pemadamannya dan saya apresiasi kerja teman-teman semuanya,” kata Al Haris.

Ia menilai penanganan karhutla di HLG Londerang menunjukkan pentingnya kerja bersama antara pemerintah, aparat, petugas pemadam, dan dunia usaha.

“Inilah contoh kita berkolaborasi bersama-sama di lapangan dan inilah contoh kita rasa memiliki. Kebersamaan kita ada, alhamdulillah wilayah ini sudah mulai dikendalikan oleh tim dan tinggal proses pendinginan,” katanya.

Berdasarkan keterangan petugas di lapangan saat peninjauan, area terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 86 hektare.

Penanganan di kawasan HLG Londerang telah berlangsung sejak kebakaran terdeteksi pada 27 Agustus 2026, dengan operasi pemadaman dan penyekatan terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas.

Meski kondisi saat ini mulai terkendali, tim gabungan masih melanjutkan pemantauan dan pendinginan untuk memastikan seluruh titik api maupun bara di bawah permukaan gambut benar-benar padam.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.