Pasis Dikreg LVI Sesko TNI Turun, Perkuat Edukasi & Sinergi Pencegahan Karhutla di Kalbar
Mirna Tribun September 01, 2026 12:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat terus diperkuat melalui sinergi berbagai komponen. 

Salah satunya diwujudkan melalui keterlibatan Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sesko TNI TA 2026 yang turun langsung ke tengah masyarakat dalam rangka Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) sekaligus melaksanakan tugas sebagai Tim Penyuluh Karhutla.

Sebanyak sembilan tim Pasis Sesko TNI disebar di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, Senin (31/8/2026).

Dengan pendekatan langsung dan komunikatif, para Pasis tidak hanya menyampaikan penyuluhan, tetapi juga melakukan anjangsana, wawancara, koordinasi dengan pemerintah daerah, serta membangun dialog dengan tokoh masyarakat dan warga.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan Karhutla tidak semata-mata menjadi tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah, masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dunia pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan di daerah.

Menyapa Masyarakat dari Pintu ke Pintu

Di Kota Pontianak, Tim 1 yang dipimpin Kolonel Inf Taufik H bersama empat Pasis melaksanakan penyuluhan sekaligus anjangsana ke rumah Husni, salah seorang tokoh masyarakat di Desa Pal Lima, Kecamatan Pontianak Barat.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut diikuti sekitar 35 warga.

Tim 1 kota Pontianak.
Tim 1 kota Pontianak. (Tribun Pontianak)

Pendekatan anjangsana memberikan ruang bagi Pasis untuk berinteraksi secara lebih dekat dengan masyarakat. 

Tidak hanya menyampaikan pesan pencegahan Karhutla, tim juga menyerap berbagai informasi mengenai kondisi lingkungan dan potensi kerawanan kebakaran di wilayah tersebut.

Tim 2 Kabupaten Kubu Raya.
Tim 2 Kabupaten Kubu Raya. (Tribun Pontianak)

Sementara itu, Tim 2 yang dipimpin Kolonel Laut (P) Faizal bersama tiga Pasis melaksanakan penyuluhan sekaligus pembagian sembako di Desa Madu Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. 

Kegiatan yang diikuti sekitar 65 orang tersebut turut dihadiri Tim Satgas Mabes TNI, UO Angkatan, Dandim, kepala desa, dan masyarakat.

Baca juga: Tangani Karhutla, Gubernur Kalbar Ria Norsan Tinjau Parit H Mukhsin Kubu Raya Hari Ini

Kehadiran Pasis di tengah masyarakat dalam kegiatan tersebut tidak hanya membawa pesan tentang pencegahan Karhutla, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan kedekatan antara aparat dengan masyarakat sebagai salah satu modal penting dalam membangun ketahanan wilayah.

Penyuluhan Menjangkau Berbagai Lapisan Masyarakat

Di Kabupaten Mempawah, Tim 3 yang dipimpin Kolonel Inf Putu bersama enam Pasis membagi kekuatan menjadi dua tim.

Tim 3 Kabupaten Mempawah.
Tim 3 Kabupaten Mempawah. (Tribun Pontianak)

Penyuluhan dilaksanakan di Desa Skabuk, Kecamatan Sadaniang, dan Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat. 

Kegiatan dihadiri kepala desa, tokoh masyarakat, dan warga dengan jumlah peserta sekitar 45 orang.
Bergerak ke Kota Singkawang, Tim 4 yang dipimpin Kolonel Inf Hari Sandra bersama enam Pasis juga membagi personel menjadi tiga tim.

Tim 4 Kota Singkawang.
Tim 4 Kota Singkawang. (Tribun Pontianak)

Penyuluhan dilaksanakan di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan; Kantor Kecamatan Singkawang Timur; serta Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara.

Kegiatan tersebut dihadiri Tim Mabes TNI, camat, lurah, dewan guru, serta masyarakat dengan jumlah peserta sekitar 47 orang.

Pelibatan unsur pendidikan menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun kesadaran sejak dini mengenai bahaya dan dampak Karhutla.

Tim 5 Kabupaten Sanggau.
Tim 5 Kabupaten Sanggau. (Tribun Pontianak)

Di Kabupaten Sanggau, Tim 5 yang dipimpin Kolonel Inf Raja Gunung bersama enam Pasis juga membagi personel menjadi dua tim untuk melaksanakan penyuluhan di Desa Sungai Mawang, Desa Serambai Jaya, dan Desa Layak Omang, Kecamatan Mukok.

Sebanyak 75 orang yang terdiri atas kepala desa, tokoh adat, dan masyarakat mengikuti kegiatan tersebut.

Keterlibatan tokoh adat menjadi penting mengingat karakteristik masyarakat Kalimantan Barat yang memiliki kekuatan sosial dan kearifan lokal yang dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan Karhutla.

Menguatkan Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Di Kabupaten Sintang, Tim 6 yang dipimpin Kolonel Kav Anggoro bersama enam Pasis mengawali kegiatan dengan melaksanakan wawancara kepada Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Komunikasi dan Informatika.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan di Desa Rawamambo, Kecamatan Tebelia, yang dihadiri jajaran Kodim, kepala desa, dan masyarakat sekitar 20 orang.

Tim 6 Kabupaten Sintang.
Tim 6 Kabupaten Sintang. (Tribun Pontianak)

Langkah tersebut menunjukkan bahwa kegiatan KKDN tidak hanya berorientasi pada penyuluhan, tetapi juga diarahkan untuk memperoleh data dan gambaran faktual mengenai kondisi wilayah. 

Informasi tersebut menjadi bahan penting dalam memahami karakteristik ancaman Karhutla sekaligus merumuskan langkah penanganan yang lebih tepat.

Tim 7 Kabupaten Sambas.
Tim 7 Kabupaten Sambas. (Tribun Pontianak)

Sementara itu, Tim 7 yang dipimpin Kolonel Inf Ali bersama enam Pasis melaksanakan penyuluhan di Desa Tebuah Elok, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan dihadiri kepala desa, tokoh adat, serta masyarakat sebanyak sekitar 27 orang.

Di Kabupaten Bengkayang, Tim 8 yang dipimpin Kolonel Inf Andi Sinaga bersama enam Pasis melaksanakan koordinasi dengan Bupati, Dandim, dan Ketua Tim Penyuluhan Mabes TNI sebelum melaksanakan penyuluhan di Gereja Katolik Pius X Bengkayang.

Tim 8 Kabupaten Bengkayang.
Tim 8 Kabupaten Bengkayang. (Tribun Pontianak)

Kegiatan tersebut diikuti Pastor dan umat gereja sebanyak sekitar 38 orang. Pelaksanaan penyuluhan di lingkungan tempat ibadah menjadi gambaran bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh dan komunitas keagamaan.

Sementara itu, Tim 9 yang dipimpin Kolonel Inf Gunawan bersama enam Pasis melaksanakan koordinasi dengan unsur Forkopimda Kabupaten Landak.

Tim 9 Kabupaten Landak.
Tim 9 Kabupaten Landak. (Tribun Pontianak)

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan di Desa Sadeng, Kecamatan Ngabang.

Kegiatan tersebut dihadiri Tim Mabes TNI, jajaran Kodim dan Polres, kepala desa, serta masyarakat sekitar 30 orang. Koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menyatukan langkah pencegahan dan penanganan Karhutla secara terpadu.

Membangun Kesadaran, Memperkuat Ketahanan Wilayah

Rangkaian kegiatan Pasis Dikreg LVI Sesko TNI di Kalimantan Barat menunjukkan bahwa penyuluhan Karhutla tidak cukup dilakukan melalui penyampaian informasi semata.

Dibutuhkan komunikasi dua arah, pemahaman terhadap karakteristik wilayah, serta keterlibatan masyarakat sebagai garda terdepan dalam mencegah terjadinya kebakaran.

Melalui anjangsana, dialog dengan tokoh masyarakat, koordinasi dengan pemerintah daerah, wawancara dengan instansi terkait, hingga penyuluhan langsung kepada warga, para Pasis memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi dan dinamika wilayah.

Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa keberhasilan pencegahan Karhutla sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dunia pendidikan, relawan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Kegiatan penyuluhan Pasis Sesko TNI di wilayah Kalimantan Barat pada Senin (31/8/2026) berlangsung aman dan lancar, tanpa terdapat hal-hal menonjol.

Agenda Penyuluhan Berlanjut

Memasuki Selasa (1/9/2026), kegiatan penyuluhan akan kembali dilaksanakan secara serentak di sembilan wilayah.

Tim 1 wilayah Kota Pontianak dijadwalkan mengawali kegiatan dengan talkshow di Kompas TV bersama Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI Brigjen TNI Hari, dilanjutkan penyuluhan di Kelurahan Bangka Belitung Darat dan Kelurahan Bansir, Kecamatan Pontianak Tenggara.

Tim 2 akan melaksanakan penyuluhan di Desa Teluk Kapuas dan Desa Sungai Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Tim 3 melaksanakan penyuluhan di Desa Sengkubang, Kecamatan Hilir, dan Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.

Selanjutnya, Tim 4 akan melaksanakan penyuluhan di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan; Kelurahan Nyarumkop, Kecamatan Singkawang Timur; serta Kelurahan Semelegi Kecil, Kecamatan Singkawang Utara.

Tim 5 dijadwalkan melaksanakan penyuluhan dan anjangsana di Desa Sape, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau. Tim 6 melaksanakan penyuluhan di Desa Tebelia, Kecamatan Tebelia, sekaligus memberikan pembekalan kepada para kepala desa dan SKPD Kabupaten Sintang.

Tim 7 akan melaksanakan penyuluhan di Desa Maktangguk, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, sekaligus berkoordinasi dengan aparat BPBD setempat.

Tim 8 melaksanakan penyuluhan di Balai Perkebunan Desa Setia Budi, Kecamatan Bengkayang, dan Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang. 

Adapun Tim 9 melaksanakan penyuluhan di Desa Hilir Tengah dan Desa Engkadu, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada penyampaian pesan tentang bahaya Karhutla, tetapi mampu membangun kesadaran, kepedulian, dan gerakan bersama masyarakat.

Dengan kolaborasi yang kuat serta pemahaman yang baik terhadap karakteristik wilayah, upaya pencegahan Karhutla di Kalimantan Barat diharapkan semakin efektif dan berkelanjutan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.