Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Kepala Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Enceng Anwar Solihin, menyebut Jembatan Gantung Pongpet sebagai satu jembatan paling ekstrem di Kabupaten Pangandaran.
Menurut Enceng, jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 65 meter dengan ketinggian mencapai 30 meter dari permukaan sungai.
Kondisi itu membuat akses warga di atas jembatan dinilai memiliki risiko tinggi.
"Tingginya sekitar 30 meteran dari papan jembatan ke sungai. Kalau jatuh ke bawah, ya jangan harap hidup," ujar Enceng kepada sejumlah wartawan di Parigi, Senin (31/8/2026) siang.
Ia menilai bentang jembatan yang mencapai 65 meter seharusnya menjadi pertimbangan untuk membangun jembatan permanen, bukan sekadar jembatan gantung.
Baca juga: Orang Nomor 1 di Pangandaran Ikut Terluka Akibat Jembatan Pongpet Ambruk
"Jadi itu mah layaknya dibangun jembatan permanen," katanya.
Menurutnya, pembangunan jembatan permanen akan memberikan dampak besar bagi masyarakat.
Tak hanya mempermudah mobilitas, tapi juga menunjang akses pendidikan, perekonomian hingga pelayanan kesehatan warga.
"Jika dibangun, maka akses pendidikan, perekonomian, kesehatan semuanya akan clear," ucap Enceng.
Enceng berharap jembatan permanen nantinya dapat menghilangkan rasa khawatir warga saat melintas, terutama karena kondisi medan di bawah jembatan yang dipenuhi bebatuan.
"Lalu nanti, tidak dihantui perasaan takut jatuh ke bawah menimpa batu," ujarnya.
Diketahui, Jembatan Gantung Pongpet mengalami anjlok saat prosesi peresmian pada Minggu (30/8/2026) sore.
Saat kejadian, Enceng berada di dalam rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang tengah melintas di atas jembatan tersebut.(*)