Diwarnai Gempa Susulan, Komunitas Brotherhood Squad Salurkan Bantuan ke Larantuka Flores
Seno Tri Sulistiyono September 01, 2026 12:35 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, LABUAN BAJO — Komunitas otomotif Brotherhood Squad Indonesia (BROSQI) dengan menunggang puluhan sepeda motor menggelar aksi kemanusiaan menyalurkan bantuan untuk warga Flores korban gempa bumi magnitudo 7,7 skala Richter di Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan solidaritas kemanusiaan bertajuk 'Humanity Tour BROSQI T19 NTT Flores' ini diikuti 49 sepeda motor dengan menempuh perjalanan selama sembilan hari pada 22–30 Agustus 2026 menyusuri daratan Flores dari Labuan Bajo menuju pelosok Kabupaten Larantuka di ujung Timur Pulau Flores dan kembali ke Labuan Bajo.

Ketua Umum BROSQI Leo Sunario mengatakan, selain menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa, perjalanan ini juga membawa misi sosial mengunjungi panti asuhan, sekolah, rumah ibadah, serta masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah sepanjang perjalanan Flores.

Baca juga: Kemendagri Percepat Realisasi Bantuan Presiden bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Bawa Misi Kemanusiaan

"Perjalanan kali ini bukan sekadar touring menikmati keindahan alam Flores. Setiap kilometer perjalanan membawa amanah bantuan dari para anggota, donatur, dan berbagai pihak yang turut mendukung kegiatan kemanusiaan tersebut,"kata Leo Sunario, Selasa, 1 September 2026.

“Kami datang bukan hanya untuk riding dan menikmati Flores. Kami ingin perjalanan ini juga membawa manfaat," paparnya.

Bantuan gempa Flores Larantuka
TOURING KEMANUSIAAN KE FLORES - Anak-anak korban gempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Larantuka, Flores, menyambut pendistribusan bantuan yang dibagikan komunitas otomotif Brotherhood Squad Indonesia.

Karena itu, di sepanjang rute yang dilintasi pihaknya berusaha hadir langsung untuk masyarakat yang terdampak gempa, anak-anak di panti asuhan dan sekolah, serta masyarakat lain yang membutuhkan.

Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, pakaian layak pakai, tas dan perlengkapan sekolah, ATK, kebutuhan anak-anak, perlengkapan sehari-hari, obat-obatan, hingga bantuan dana tunai sesuai kebutuhan masing-masing lokasi.

Diwarnai Gempa Susulan

Leo menceritakan, perjalanan 49 motor komunitas ini menghadapi tantangan ruas jalan yang rusak dan jalur pegunungan yang cukup ekstrem serta aktivitas gempa susulan.

Kondisi tersebut membuat seluruh rombongan harus meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan. Rombongan tetap bergerak menyusuri Flores dan mendatangi berbagai titik untuk menyerahkan bantuan secara langsung.

Bahkan di sepanjang perjalanan, ketika menemukan masyarakat yang membutuhkan, rombongan berhenti dan membagikan bantuan yang dibawa menggunakan sepeda motor.

Selain mengunjungi sejumlah sekolah dan panti asuhan, rombongan juga mendatangi panti yang merawat anak-anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas.

Di setiap lokasi, anggota komunitas ini berinteraksi langsung dengan anak-anak dan masyarakat. Bantuan diberikan bukan hanya dalam bentuk barang maupun dana, tetapi juga melalui kebersamaan, perhatian, serta dukungan moral.

Menurut Leo, senyum tulus dan antusiasme anak-anak yang menyambut rombongan menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam perjalanan tersebut.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.