POSBELITUNG.CO -- Memasuki bulan September 2026, banyak masyarakat Jawa yang kembali mencari informasi kalender Jawa untuk mengetahui perhitungan hari, pasaran, dan weton.
Dalam kalender Jawa, tanggal 1 September 2026 merupakan hari Selasa dengan weton Legi.
Hari ini juga bertepatan dengan wuku Wuye.
Baca juga: Kalender Jawa Tanggal 31 Agustus 2026 Weton Senin Kliwon, Hari Pengesahan UU Istimewa Yogyakarta
Momentum awal bulan ini membawa perpaduan energi yang memancarkan kelapangan dada, kemauan belajar yang tinggi, serta keluwesan bergaul untuk mengayomi sesama.
Bagi masyarakat Jawa tradisional, Selasa Legi dipandang sebagai simbol pribadi yang ramah, dermawan, serta pandai menyenangkan hati orang lain melalui tutur kata yang manis.
Bersatunya karakter Selasa Legi yang manis dan mudah beradaptasi dengan pilar spiritual Wuku Wuye yang berada di bawah naungan Batara Mahadewa dewa yang melambangkan kewibawaan, keadilan, dan kecerdasan mengatur strategi.
Serta pemikat sosial memberikan sebuah peta panduan hidup yang utuh untuk mengenali potensi watak dasar, membaca arah peruntungan rezeki, hingga membangun mahligai asmara yang harmonis dan selaras dengan irama alam semesta.
Seseorang yang lahir pada Selasa Legi menyandang jumlah Neptu 8, yang didapatkan dari penjumlahan hari Selasa (3) dan pasaran Legi (5).
Baca juga: Biodata Anthony Xie Suami Audi Marissa, Digugat Cerai Istri, Pernah Berkarier di Taiwan dan China
Berada di bawah naungan Lakuning Geni dan Laku Inang, mereka bertingkah laku penuh semangat namun pandai mengayomi, manis tutur katanya, jujur, serta senantiasa berusaha menentramkan orang-orang di sekitarnya.
Mereka dikenal sebagai pribadi yang penurut, rajin, disiplin, dermawan, serta memiliki kelapangan dada dalam menerima kekurangan orang lain.
Sementara itu, Wuku Wuye berada di bawah naungan Batara Mahadewa, dewa yang melambangkan wibawa kepemimpinan, kecerdasan berorganisasi, serta aura pemikat alami yang membuat mereka mudah diterima dan dihormati di berbagai lingkaran pergaulan.
Perpaduan antara kelembutan Selasa Legi dan kewibawaan Batara Mahadewa dari Wuku Wuye melahirkan pribadi yang sangat karismatik, tinggi rasa empatinya, pandai menjaga rahasia, serta dihormati karena kebaikannya.
Namun, mereka perlu mewaspadai sisi lemah bawaannya, seperti sifat yang cenderung agak cemburu, mudah tersinggung jika kejujurannya diragukan, serta terkadang terlalu impulsif saat emosinya terusik.
Setiap tanggal 1 September diperingati sebagai Hari Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia.
Penetapan tanggal ini merujuk pada berdirinya cikal bakal Polwan pada 1 September 1948.
Pada awal tahun 1948, aparat kepolisian menghadapi kesulitan dalam melakukan pemeriksaan terhadap korban, tersangka, maupun saksi perempuan, khususnya dalam pemeriksaan fisik.
Kondisi tersebut membuat polisi kerap meminta bantuan istri anggota polisi serta pegawai sipil perempuan untuk membantu proses pemeriksaan.
Namun, solusi ini dinilai belum ideal karena keterbatasan pelatihan dan kewenangan.
Situasi ini kemudian mendorong organisasi wanita dan organisasi wanita Islam di Bukittinggi untuk mengajukan usulan kepada pemerintah.
Mereka mengusulkan agar perempuan dilibatkan secara resmi dalam pendidikan kepolisian guna menangani persoalan tersebut secara profesional.
Usulan tersebut akhirnya terealisasi dengan diterimanya enam siswa wanita pertama pada 1 September 1948.
Keenam perempuan tersebut menjadi pelopor Polwan di Indonesia. Mereka adalah:
Sejak saat itu, keberadaan Polwan terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam institusi kepolisian.
Hingga kini, peran Polwan tidak hanya terbatas pada penanganan kasus yang melibatkan perempuan dan anak, tetapi juga mencakup berbagai bidang tugas kepolisian lainnya.
(Posbelitung.co/Tribunnews.com/Kompas.com)