Dua Tahun Gagal Panen Imbas Serangan Tikus, Petani di Brangsong Kendal Kembali Menanam Padi
muh radlis September 01, 2026 01:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Panen raya tahun ini, menjadi kabar bahagia bagi Maksum. Petani dari Brangsong Kabupaten Kendal itu sudah dua tahun mengalami gagal panen imbas hama tikus yang merebak.


Dua tahun terakhir menjadi masa yang tidak mudah bagi Maksum. Sawah yang seharusnya menjadi sumber penghidupan justru beberapa kali gagal memberikan hasil. 


Hama tikus datang menyerang 2 petak tanaman padi hingga membuat harapan memanen bulir-bulir padi harus kembali pupus.


Selama dua tahun tersebut, Maksum berupaya memusnahkan hama tikus yang menyerang sawahnya dengan berbagai macam cara. Meski demikian, hasilnya tetap sama.


Tikus-tikus itu tetap saja menggerogoti tanaman padinya di sawah seluas dua petak.


"Ada yang mati, tapi tetap saja masih banyak yang makan padi," katanya, Senin (31/8/2026).


Kehidupan ekonomi Maksum kian sulit dengan harga beras yang kini semakin tinggi di harga Rp 15 -16 ribu per kilogram. Beruntung, dia dinyatakan mendapatkan bantuan pangan dari pemerintah.


Maksum mengatakan, sawah yang digarap merupakan hasil sewa untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan kesehariannya.

Baca juga: Kronologi Lengkap Kecelakaan Maut Tewaskan Dwi Netie Herawati Pengendara Scoopy di Brebes


"Saya nyewa sawah hanya 2 petak, kalau dibilang mencukupi ya belum. Alhamdulillah kemarin dapat bantuan," sambungnya.


Setelah gagal panen selama dua tahun, kini Maksum menatap optimis sawahnya dengan harapan yang lebih besar. Hama tikus yang dua tahun menghancurkan panennya, kini sudah tak lagi terlihat.


Dalam kondisi normal, Maksum bisa memanen padi hingga dua atau tiga kali dalam setahun. Maksum juga diuntungkan dengan letak sawah yang memiliki pengairan bagus meski memasuki musim kemarau.


"Tahun ini alhamdulilah hama tikusnya hilang, mungkin lillahita'ala. Obat yang saya pakai sama, bedanya tahun lalu tidak hilang, tahun ini tikusnya hilang," paparnya.


Adapun Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan pemerintah terus melakukan gerakan pengendalian hama, khususnya tikus yang dalam dua tahun terakhir cukup marak menyerang lahan pertanian.


Pandu juga tak menampik, jika tahun ini serangan hama tikus di Kendal mulai mengalami penurunan. Namun, dia memperingatkan agar petani tak lengah karena hama selain tikus berpotensi muncul.


"Alhamdulillah kita lakukan gerakan pengendalian hama. Kita bersama-sama melakukan pengendalian hama tikus,"


"Dua tahun belakangan ini hama tikus marak, tapi tahun ini agak berkurang. Tetapi biasanya nanti akan ganti dengan hama yang lain." katanya.


Ia menyebut hampir seluruh wilayah pertanian di Kendal masih berpotensi terdampak hama tikus. Namun, intensitasnya relatif kecil sehingga belum mengganggu hasil panen secara keseluruhan.


"Tidak mengganggu hasil panen secara keseluruhan. Hanya berkurang dan tidak menyebabkan gagal panen atau puso," jelasnya.


Pemerintah, lanjut Pandu, juga menyiapkan dukungan bagi wilayah yang memiliki potensi untuk pengembangan tanaman padi. Salah satunya melalui bantuan sarana dan prasarana pengairan.


"Nanti kalau memang ada wilayah yang potensial untuk tanam padi, kita katakan padi, itu memang yang bantuan sarana-prasarana untuk pengairan," tandasnya. (ags)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.