- Melihat Desa Wisata Religi Bubohu, mutiara tersembunyi di Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Objek wisata Bubohu tak pernah kehilangan pesonanya. Setiap akhir pekan, destinasi ini selalu dikunjungi wisatawan yang ingin merasakan ketenangan dan keindahan dalam satu tempat.
Suasana religius yang tenang begitu terasa sejak langkah pertama memasuki kawasan ini.
Empat pondok Walima yang berdiri megah menjadi ikon sekaligus latar sempurna untuk mengabadikan momen bersama orang tersayang.
Tak hanya menawarkan keindahan visual, tempat ini juga memberikan keteduhan batin bagi siapa saja yang datang.
Kesuksesan Desa Wisata Religi Bubohu semakin terbukti saat meraih juara dua nasional dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa destinasi ini memiliki daya tarik dan potensi yang luar biasa.
Namun, di balik keindahannya terdapat kisah perjuangan yang menginspirasi.
Destinasi ini digagas oleh Yosep Tahir Ma'ruf, yang sejak masa sekolah telah memiliki mimpi besar.
Ia ingin menciptakan sebuah tempat yang tak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga menjadi pusat pengkajian ilmu agama Islam.
Meski dihadapkan pada keterbatasan ekonomi, semangatnya tak pernah padam. Ia merantau, bekerja keras, dan perlahan mengumpulkan dana untuk mewujudkan mimpinya.
Hingga akhirnya, mimpi itu menjadi nyata. Kini, Desa Wisata Religi Bubohu telah berkembang menjadi destinasi unggulan yang dikunjungi wisatawan lokal hingga mancanegara.
Lebih dari sekadar tempat wisata, destinasi ini menjadi simbol perjuangan, ketekunan, dan nilai spiritual yang menyatu dalam keindahan.
Diketahui, Wisata Religi Bubohu berlokasi di Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo. Lokasinya berjarak sekitar 10 kilometer dari Kota Gorontalo.
Selama perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan laut yang indah. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 30 menit tidak akan terasa karena panorama alam yang memanjakan mata.
Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disambut bangunan kayu yang menyerupai Toyopo, simbol kue dalam tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW.
Biaya masuk ke wisata ini hanya Rp 5.000 per orang, sangat terjangkau dibandingkan dengan keindahan yang ditawarkan.
Sesampainya di dalam kawasan, pengunjung akan disambut hangat oleh kawanan burung dara dan empat pendopo Walima.
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat melihat barisan fosil kayu yang berada di depan pintu masuk.(*)
Program: To The Point
Editor: Magang Ayu Ariana Lailatul Khotimah
#localexperience #desawisata #bubohu #gorontalo #wisata #indonesia