PCNU Kutai Timur Tegak Lurus Keputusan Muktamar, Siap Dukung Kepemimpinan Gus Kikin
Miftah Aulia Anggraini September 01, 2026 03:19 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 disambut hangat oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur.

Nahdlatul Ulama merupakan organisasi masyarakat Islam tradisionalis terbesar di Indonesia yang didirikan pada 31 Januari 1926 di Surabaya, Jawa Timur.

Penetapan Gus Kikin dilakukan dalam sidang Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) di Pondok Pesantren (PP) Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Sidang tersebut berlangsung mulai pukul 07.25 WIB dan berakhir setelah sembilan anggota AHWA menyelesaikan musyawarah untuk menentukan Ketua Umum PBNU dari lima nama calon yang telah diajukan.

Sedari awal, Gus Kikin memang menjadi kandidat kuat.

Baca juga: Hasil Muktamar ke-35 NU 2026: Gus Kikin Jadi Ketua Umum, PWNU Kaltim Titip Harapan

Bahkan dalam proses tabulasi penjaringan nama sebelum dibawa ke AHWA, Gus Kikin mendapat mayoritas suara dari total 552 pemilik suara. 

Satu pemilik suara bisa mengusulkan maksimal 5 calon ketum PBNU. Gus Kikin mendapat 472 suara. Unggul dari empat nama lain. 

Dalam analisa politik, Gus Kikin sejak awal berpeluang besar karena juga mekanisme pemilihan yang dilakukan pada Muktamar kali ini melalui AHWA.

Perolehan suara signifikan di penjaringan memberikan bobot legitimasi dan moral yang kuat bagi AHWA dalam menentukan pilihan.  

Faktor lain yang membuat Gus Kikin berpeluang besar juga karena garis keturunan yang tersambung kepada pendiri Nahdlatul Ulama.

Baca juga: Gus Kikin Terpilih Ketua Umum PBNU, KH Miftah Rais Aam, Harapan NU Kaltim: Makin Dicintai Nahdliyin

Sebagai cicit dari Pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, Gus Kikin dipandang memiliki akar kepemimpinan moral dan kultural yang kuat untuk merangkul seluruh elemen warga Nahdliyin.

Sementara dari sisi pengalaman, Gus Kikin yang merupakan Ketua PWNU Jawa Timur dan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dinilai sukses menghadirkan iklim kepemimpinan yang teduh dan kondusif. 

Dengan terpilihnya Gus Kikin, struktur kepemimpinan PBNU periode 2026-2031 kini telah lengkap.

Dinamika yang sempat terjadi selama gelaran Muktamar PBNU pun dinilai telah usai. 

Seluruh elemen warga nahdliyin diharapkan dapat kembali merapatkan barisan demi kemajuan organisasi.

Baca juga: Gus Kikin Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031, Ini Analisa Dampaknya bagi NU dan Politik Nasional

Ketua PCNU Kabupaten Kutai Timur, Sismanto, menyampaikan ucapan selamat atas amanah baru yang dituntut oleh pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut.

"Kami menyambut baik dan mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031," ujar Sismanto saat dihubungi TribunKaltim.co, Selasa (1/9/2026).

Menurut Sismanto, selesainya perhelatan Muktamar NU menandai berakhirnya segala perbedaan pandangan maupun pilihan politik di internal nahdliyin.

Momen ini harus dijadikan titik balik untuk memperkuat jam’iyyah dari tingkat pusat hingga ke pelosok daerah.

"Muktamar NU telah selesai, seluruh dinamika dan perbedaan pilihan juga sudah selesai. Sekarang saatnya kembali menyatukan langkah dan memperkuat jam’iyyah," ungkapnya.

Baca juga: Muktamar ke-35 NU, Daftar 5 Calon Ketua Umum PBNU yang Diusulkan

Sismanto menaruh harapan besar agar PBNU di bawah nakhoda Gus Kikin semakin solid dan konsisten dalam menjaga marwah organisasi.

Selain itu, kepemimpinan baru ini diharapkan mampu merangkul seluruh potensi Nahdlatul Ulama serta memperluas jangkauan khidmah hingga ke struktur paling bawah.

"Kami berharap di bawah kepemimpinan Gus Kikin, PBNU semakin mampu menjaga marwah organisasi, merangkul seluruh kekuatan NU, serta memperkuat khidmah hingga ke wilayah, cabang, MWC, dan ranting," tegas Sismanto.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PCNU Kutai Timur siap tegak lurus mengawal serta menjalankan setiap instruksi dan kebijakan yang diterbitkan oleh PBNU.

Baca juga: Sosok 9 Ulama yang Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU, KH Nurul Huda Djazuli dapat Suara Terbanyak

Dukungan penuh dari tingkat cabang dipastikan mengalir demi mewujudkan kemaslahatan bersama bagi warga Nahdlatul Ulama, bangsa, dan negara.

"PCNU Kutai Timur siap mengikuti keputusan Muktamar dan mendukung kepemimpinan PBNU untuk kemaslahatan jam’iyyah, umat, bangsa, dan negara," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.