Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Sebanyak 82 titik kebakaran telah ditangani Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, sejak 11 Juli 2026.
Puluhan kejadian tersebut tersebar di sejumlah wilayah SBT dan terjadi di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan SBT, Hadi Rumbalifar, mengatakan seluruh titik kebakaran tersebut telah ditangani petugas Damkar.
“Terhitung sejak tanggal 11 Juli hingga kemarin, petugas pemadam kebakaran telah berhasil menangani dan memadamkan api pada 82 titik kebakaran yang tersebar di wilayah SBT,” ujar Hadi, Selasa (1/9/2026).
Menurut Hadi, kondisi saat ini masih darurat karena potensi kebakaran masih cukup tinggi.
Situasi tersebut menjadi tantangan bagi petugas Damkar, terlebih jika kebakaran terjadi di beberapa lokasi secara bersamaan.
Karena itu, Hadi meminta pemerintah daerah mempercepat penambahan armada mobil pemadam kebakaran.
Baca juga: Wagub Maluku Dorong Mahasiswa Unidar Jadi Inovator Penggerak Ekonomi Kepulauan
Baca juga: Sekda Maluku: Bonus Demografi Harus Dimulai dari Keluarga Berkualitas
Ia menyebut, berdasarkan komunikasi dengan pihak terkait, penambahan armada sebelumnya direncanakan dilakukan pada Desember 2026.
Namun, menurut Hadi, kondisi darurat saat ini membutuhkan tambahan armada lebih cepat.
“Mengingat kondisi saat ini masih dalam keadaan darurat dan potensi kebakaran masih cukup tinggi, kami memohon agar dapat dilakukan penambahan armada mobil pemadam kebakaran secepatnya,” jelasnya.
“Ketersediaan armada sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses penanganan apabila terjadi kebakaran di sejumlah wilayah secara bersamaan,” sambung Hadi.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten SBT kini menyiapkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan.
Satgas tersebut akan melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri dan Brimob untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi kondisi darurat.
Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri mengatakan pembentukan Satgas diharapkan membuat koordinasi penanganan di lapangan menjadi lebih cepat.
“Dengan Satgas artinya koordinasi dengan Polres lebih mudah, karena semua sudah masuk dengan Satgas,” kata Fachri saat diwawancarai di kantornya, Selasa (1/9/2026).
Kata dia, dukungan TNI Polri sangat diperlukan terutama dari sisi personel untuk membantu penanganan di lapangan.
“TNI juga, mereka di sini siapnya tenaga. Brimob juga sudah oke semua,” katanya.
Ia berharap keterlibatan seluruh unsur tersebut dapat membuat pemerintah lebih sigap menghadapi dua persoalan yang terjadi secara bersamaan.
“Saya berharap supaya kita lebih sigap dalam menyikapi kekeringan dan kebakaran,” tutupnya.(*)