187 Pelatih dan Wasit Bola Voli Digembleng PBVSI DIY di Kampus UMBY
Hari Susmayanti September 01, 2026 04:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak 187 peserta mengikuti pelatihan pelatih dan wasit bola voli yang diselenggarakan oleh Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY).

Pelatihan ini digelar untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) pelatih dan wasit bola voli di DIY.

Selama dua hari mulai Jumat hingga Sabtu (28–29/8/2026), sebanyak 114 pelatih dan 73 wasit akan mengikuti pelatihan di kampus UMBY.

Mereka akan mendapatkan pelatihan untuk menyusun program latihan, taktik, dan pembinaan atlet yang sistematis, sementara wasit difokuskan pada penguasaan peraturan permainan dan akurasi pengambilan keputusan secara objektif.

Ketua PBVSI DIY, Prof. Dr. Suhadi, M.Pd., menekankan bahwa pembangunan ekosistem olahraga bola voli yang tangguh tidak bisa hanya bersandar pada bakat pemain di lapangan, melainkan harus ditopang oleh kapabilitas perangkat pertandingan dan tim pelatih.

“Kemajuan bola voli tidak hanya ditentukan oleh kualitas atlet, tetapi juga oleh kualitas pelatih dan wasit. Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir pelatih dan wasit yang semakin kompeten, profesional, serta mampu mendukung perkembangan bola voli di DIY,” ujar Suhadi.

Baca juga: Kejari Yogyakarta Tutup Peluang Restorative Justice bagi 19 Tersangka Sesi 2 Daycare Little Aresha

Di sisi lain, keterlibatan institusi pendidikan tinggi menjadi fondasi krusial dalam mencetak SDM olahraga yang terdidik.

Kepala Bagian Humas dan Keprotokolan UMBY, Widarta, S.E., M.M., menyatakan bahwa kampus selalu membuka ruang kolaborasi produktif dengan berbagai induk organisasi cabang olahraga.

“UMBY berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan olahraga melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PBVSI DIY. Kegiatan pelatihan seperti ini menjadi ruang yang baik untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi olahraga,” ungkap Widarta.

Daya tarik dan urgensi penataran ini rupanya bergema hingga ke luar Pulau Jawa.

Hartono, S.H., menjadi peserta dengan jarak tempuh terjauh yang secara khusus datang dari Kalimantan Tengah. Ia memandang jarak bukan sebagai hambatan, melainkan bukti keseriusannya untuk mendalami ilmu perwasitan dan kepelatihan bola voli.

“Saya datang dari Kalimantan Tengah karena ingin menambah ilmu dan pengalaman. Bagi saya, kesempatan mengikuti penataran ini sangat berharga. Selain mendapatkan materi dari para pemateri, saya juga bisa bertemu dan bertukar pengalaman dengan peserta lain yang memiliki latar belakang dari berbagai daerah,” kata Hartono.

Selama dua hari pelatihan, para peserta tidak hanya menyerap teori kepelatihan dan perwasitan di dalam kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam diskusi, praktik, hingga simulasi pertandingan.

Kehadiran peserta lintas daerah ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang peningkatan keahlian teknis, tetapi juga memperluas jejaring pembinaan untuk mendorong kemajuan bola voli dari tingkat daerah hingga level internasional. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.