TRIBUNNEWS.COM - Nadin Amizah merilis lagu "Amarah" pada 28 Agustus 2026, sebagai bagian dari album ketiganya, "Laika, Yang Ditinggalkan".
Nadin Amizah adalah penyanyi dan penulis lagu Indonesia yang dikenal luas lewat karya-karya puitis dan mendalam seperti "Rumpang", "Rayuan Perempuan Gila", "Bertaut", dan "Kekal" yang sempat viral sebagai tren konten pasangan romantis di TikTok.
Ia akrab disapa "Ibu Peri" oleh para penggemarnya berkat lirik-lirik indah yang selalu berhasil menyentuh hati pendengar.
Dalam album ketiganya, "Laika, Yang Ditinggalkan", yang secara keseluruhan mengangkat tema kehilangan, duka, dan kerinduan yang lama terpendam akibat ketiadaan sosok ayah.
Nadin melibatkan 10 produser berbeda untuk 11 lagunya, termasuk Teddy Adhitya, Baskara Putra, Enrico Octaviano, Lafa Pratomo, Otta Tarega, dan Feby Putri.
Kini bernaung di bawah label independen miliknya sendiri, Sorai, Nadin Amizah terus dikenal sebagai salah satu musisi paling ekspresif dan jujur di industri musik Indonesia.
Ia tak segan mengangkat tema-tema personal dan kompleks, termasuk pergulatan batin antara cinta dan kemarahan, lewat karya-karyanya.
Lagu "Amarah" diciptakan oleh Nadin Amizah bersama kolaborator Teddy Adhitya, Baskara Putra, dan Enrico Octaviano.
Lirik lagu ini menggambarkan ungkapan cinta yang begitu dalam, tetapi terbungkus oleh rasa sakit dan kemarahan yang tak kunjung padam, dengan Nadin memilih untuk tetap menyayangi seseorang melalui amarahnya, karena hanya lewat emosi itulah kenangan tentang orang tersebut masih terasa hidup di benaknya.
Paradoks kasih dan dendam semacam ini sangat unik dan jarang diangkat lagu lain, sehingga menarik perhatian besar dari pendengar.
Lagu ini merupakan salah satu dari 11 lagu dalam album ketiga Nadin, "Laika, Yang Ditinggalkan", yang menceritakan kisah kehilangan dan rasa duka karena ketiadaan sosok ayah, sehingga lagu-lagu di dalamnya, termasuk "Amarah", ikut terangkat popularitasnya seiring gelombang pembahasan album ini di media sosial.
Baca juga: Kunci Gitar Lagu Tamu Berwajah Itu - Nadin Amizah: Semerah Api yang Abadi Di Neraka dari Mana Ayahmu
Banyak penggemar yang mengaitkan lagu ini dengan lagu lain dalam album yang sama, "Reservasi untuk Dua", terutama lewat bait tentang "jika neraka tempatku durhaka," keterkaitan naratif antar-lagu semacam ini mendorong penggemar untuk aktif membahas dan menghubung-hubungkan cerita dalam keseluruhan album lewat video di TikTok.
Disisi lain lagu ini menggambarkan seseorang yang terluka oleh orang terdekatnya dan kesulitan melepaskan rasa marah, karena di balik kemarahan tersebut masih ada rasa sayang dan ikatan yang kuat, tema tentang kompleksitas emosi terhadap orang yang dicintai namun juga menyakiti ini sangat relate dengan banyak pendengar, sehingga mudah dijadikan bahan konten curhat emosional di TikTok.
Penggemar setia Nadin dikenal aktif membedah dan mendiskusikan makna di balik setiap lirik lagunya, sehingga potongan-potongan lagu ini, seperti baris "biarkan aku menyayangimu dalam amarah yang menggebu," cepat menyebar dalam bentuk video pembahasan lirik dan makna di TikTok.
Berikut lirik dan kunci gitar lagu Amarah - Nadin Amizah dengan chord dasar yang mudah dimainkan:
[Intro:]
dengan pisau.. bermata dua
kutancapkan.. tanpa jeda..
darah siapa.. yang terbuang?
berapa harga.. yang kubayar..?
dari wajahku.. yang mirip wajahmu
hidung, mataku, dosa-dosaku..
mendarah daging.. tak mungkin hilang
menghapus diri.. rasanya kurang..
[Reff:]
biarkan aku menyayangimu
dalam amarah yang menggebu..
dari genggaman yang menggerus
hanya ini yang kumau..
jangan ambil amarahku
jangan ambil amarahku..
hanya ini yang membuatmu
masih hidup di benakku..
kau bertanya.. berapa umurku sekarang..
tebak apa.. rasanya bagiku sekarang..
mendarah daging.. kata orang
tak mungkin hilang.. dari bayangan..
jika harus kumaafkan
cepat kau 'kan terlupakan..
bertahun-tahun tak kuingat
sekarang marah kubiar lekat..
[Reff:]
biarkan aku menyayangimu
dalam amarah yang menggebu..
dari genggaman yang menggerus
hanya ini yang kumau..
jangan ambil amarahku
jangan ambil amarahku..
(hanya ini yang membuatmu)
hooo.. houwooo..
(masih hidup) di benakku..
hooo..
(Tribunnews.com)