TRIBUNNEWS.COM - Destry Damayanti terpilih sebagai Gubernur Bank Indonesia masa jabatan periode 2026-2031 dalam Rapat Paripurna ke-4 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).
Dalam rapat tersebut, DPR RI menyetujui Destry Damayanti untuk mengemban jabatan sebagai Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo.
Selain itu, DPR RI juga menyepakati Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk masa jabatan 2026-2031.
Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun memaparkan hasil uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Gubernur BI yang telah dilaksanakan pada Kamis (27/8/2026).
Setelah laporan Komisi XI DPR RI disampaikan, Ketua DPR RI sekaligus pimpinan rapat Puan Maharani meminta persetujuan anggota dewan atas hasil uji kelayakan dan kepatutan tersebut.
"Kami menanyakan kepada Sidang Dewan yang terhormat, apakah laporan Komisi XI DPR RI terhadap hasil uji kelayakan calon Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia tersebut dapat disetujui?" tanya Puan.
Kemudian, pertanyaan tersebut dijawab "setuju" oleh para anggota DPR RI yang menghadiri Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 itu.
Baca juga: Tanggapan Perry Warjiyo Setelah Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI
Lalu, seperti apa sosok Destry Damayanti yang menjadi Gubernur BI periode 2026-2031? Berikut ini informasinya.
Sosok Destry Damayanti
Destry Damayanti adalah pejabat senior di Bank Indonesia.
Perempuan kelahiran Jakarta, 12 Desember 1963, ini pernah menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia periode 2019–2024 dan 2024–2029.
Dikutip dari situs resmi BI, Destry Damayanti merupakan alumni Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) pada 1987.
Selain itu, ia juga telah meraih gelar Master of Science bidang Ekonomi dari Cornell University, Amerika Serikat, pada 1997.
Destry memulai kariernya sebagai ekonom di berbagai lembaga riset dan kebijakan ekonomi.
Ia pernah menjadi peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi UI.
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Sejak saat itu, nama Destry Damayanti makin dikenal luas sebagai salah satu ekonom yang aktif memberikan analisis terhadap perkembangan ekonomi nasional.
Destry Damayanti sempat menduduki posisi jabatan sebagai Kepala Ekonom PT Mandiri Sekuritas serta menjadi anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sebagai unsur independen.
Di kementerian, Destry Damayanti juga pernah menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan pada era Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Destry tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp100 miliar.
Hartanya terdaftar di dalam situs Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Ia terakhir kali melaporkan hartanya di situs LHKPN pada 19 Maret 2026 untuk periodik 2025.
Sumber harta terbanyak Destry Damayanti berasal dari tanah dan bangunan sebesar Rp57 miliar.
Lalu disusul dari harta surat berharga Rp15 miliar, kas Rp15 miliar, harta bergerak lainnya Rp12 miliar, harta lainnya Rp2,8 miliar, dan harta alat transportasi dan mesin sebesar Rp1 miliar.
Namun, Destry juga memiliki utang sebesar Rp3,5 miliar.
Berikut rincian lengkap harta kekayaan milik Destry Damayanti.
I. DATA HARTA
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 57.107.500.000
1. Tanah Seluas 336 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 7.500.000
2. Bangunan Seluas 38 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA, HASIL SENDIRI Rp. 350.000.000
3. Bangunan Seluas 38 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA, HASIL SENDIRI Rp. 350.000.000
4. Bangunan Seluas 105 m2 di KAB / KOTA PANDEGLANG, HASIL SENDIRI Rp. 300.000.000
5. Tanah dan Bangunan Seluas 114 m2/187 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 3.500.000.000
6. Bangunan Seluas 34 m2 di KAB / KOTA TANGERANG, HASIL SENDIRI Rp. 500.000.000
7. Tanah dan Bangunan Seluas 247 m2/247 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 6.000.000.000
8. Bangunan Seluas 2.500 m2 di KAB / KOTA KOTA SERANG, HASIL SENDIRI Rp. 3.000.000.000
9. Tanah dan Bangunan Seluas 75 m2/172 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 6.100.000.000
10. Tanah dan Bangunan Seluas 45 m2/102 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 3.500.000.000
11. Tanah Seluas 291 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 13.500.000.000
12. Tanah Seluas 1.438 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 20.000.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 1.077.500.000
1. LAINNYA, LITESPEED ROAD BIKE Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp. 45.000.000
2. LAINNYA, DAHON SEPEDA LIPAT Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp. 1.000.000
3. LAINNYA, PACIFIC SEPEDA LIPAT LISTRIK Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp. 3.500.000
4. MOBIL, HYUNDAY IONIC 5 Tahun 2023, HASIL SENDIRI Rp. 450.000.000
5. MOTOR, VESPA VESPA SPRINT S 150 WHITE 2024 MY'24 Tahun 2024, HASIL SENDIRI Rp. 53.000.000
6. MOBIL, BYD BYD SEAL Tahun 2024, HASIL SENDIRI Rp. 525.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 12.364.262.000
D. SURAT BERHARGA Rp. 15.231.553.626
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 15.078.007.895
F. HARTA LAINNYA Rp. 2.898.349.972
Sub Total Rp. 103.757.173.493
II. HUTANG Rp. 3.520.737.000
III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-III) Rp. 100.236.436.493
(Tribunnews.com/Rakli/Fersianus Waku)