BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Di tengah musim kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), peluang hujan mulai muncul di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dalam prospek cuaca BMKG pekan ini.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarmasin memprakirakan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kalsel pada 5–8 September 2026.
Prakirawan BMKG Syamsudin Noor, Utari Randiana mengatakan, secara umum kondisi cuaca Kalsel selama sepekan ke depan diprakirakan cerah hingga hujan ringan.
“Secara umum, cuaca Kalimantan Selatan dalam satu minggu ke depan diprakirakan cerah hingga hujan ringan,” kata Utari dalam laporan pembaruan cuaca, Selasa (1/9/2026).
Potensi hujan ringan tersebut diprakirakan muncul di Kalsel bagian utara, timur, selatan hingga barat.
Baca juga: Lowongan Kerja Indofood Terbaru Cek Posisi Dicari, Terbuka Bagi Lulusan SMA/SMK
Baca juga: Haus Soccer Protes BKS di Piala Soeratin U-15 Kalsel, Persoalkan Penggunaan Akun SIAP Junior 2000
Di bagian utara yang meliputi Tabalong, Balangan dan Hulu Sungai Utara, cuaca pada 5–8 September diprakirakan cerah hingga berawan dengan potensi hujan ringan.
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di wilayah timur yang meliputi Kotabaru dan Tanahbumbu, bagian selatan atau Tanahlaut, serta wilayah barat yang mencakup Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Baritokuala, Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin dan Banjarbaru.
Sementara pada 2–4 September, sebagian besar wilayah Kalsel masih diprakirakan cerah hingga berawan. Potensi hujan ringan terutama berada di wilayah timur, yakni Kotabaru dan Tanahbumbu.
Suhu udara selama periode tersebut diprakirakan berkisar 21–36 derajat Celsius, dengan kelembapan 40–95 persen. Angin umumnya bertiup dari arah timur laut hingga selatan dengan kecepatan 5–25 kilometer per jam.
Meski peluang hujan mulai muncul, BMKG tetap memberikan peringatan terhadap kemudahan terjadinya karhutla di wilayah Kalsel. Kondisi tersebut berpotensi berdampak pada penurunan kualitas udara akibat meningkatnya polusi ketika kebakaran hutan dan lahan terjadi.
Masyarakat pun diimbau tidak membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan, maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
BMKG juga mengimbau masyarakat memanfaatkan peluang hujan dengan menggalakkan gerakan memanen air saat hujan serta tetap bijak menggunakan air.
“Selain itu, masyarakat diimbau menggalakkan gerakan memanen air saat hujan, bijak dalam menggunakan air, serta terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG,” ujar Utari.
Di sisi lain, masyarakat yang beraktivitas di perairan tetap diminta waspada terhadap gelombang tinggi yang dapat mencapai 2,5 meter di perairan Banjarmasin, Tanahlaut, Tanahbumbu dan Kotabaru selama 2–8 September.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)