TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Tidak ada barang yang bisa diselamatkan dari kebakaran gudang rongsokan dan pemukiman warga semi permanen atau di Jl. Jatayu, Nakula, Legian, Badung, Senin (31/8/2026) malam.
Api masih membara hingga Selasa 1 September 2026 khususnya di antara tumpukan sampah yang berada di sisi timur lokasi kejadian.
Warga yang tinggal di bedeng-bedeng itu pun berhamburan keluar menyelamatkan diri dari kobaran api yang semakin membesar.
"Kejadiannya dari pukul 22.30 malam tadi. Tidak tahu cuma ada api langsung besar gitu dan menyelamatkan diri. Saya lagi tidur-tiduran panik semua, orang teriak-teriak dan nangis-nangis. Panik semua," ujar Asmuni saat dijumpai di lokasi kebakaran.
Baca juga: Kebakaran di Jalan Nakula Bali, Damkar Denpasar Terjunkan 12 Armada, Dinsos Lakukan Pendataan Korban
Ia menambahkan bahwa di sini merupakan gudang barang bekas sekaligus tempat tinggal warga yang biasa mencari barang bekas.
Salah seorang penghuni, Asmuni telah tinggal di lokasi kejadian selama kurang lebih 10 tahun harus kehilangan tempat tinggalnya dalam sekejap.
Kurang lebih terdapat 100 Kepala Keluarga yang tinggal di lokasi ini.
"Sudah habis rata dengan tanah. Tidak ada barang yang bisa diselamatkan hanya baju yang saya pakai. Kurang lebih ada 75 bangunan terbakar. Bangunannya semua semi permanen dan tidak ada korban jiwa," ungkapnya.
Baca juga: Profil Restoran Chez Gado Gado, Ikon Sunset Seminyak Telah Berdiri 30 Tahun, Alami Kebakaran Hebat
Meskipun sudah mulai ada bantuan makanan dan minuman berdatangan, namun ia berharap segera mendapatkan bantuan pakaian karena hanya baju yang dikenakannya saja saat ini.
Hal senada mengenai kronologi kebakaran disampaikan Busairi, salah satu warga yang tinggal di lokasi kejadian.
"Titik terangnya di sana tidak tahu, dari apa kebakarannya tidak tahu. Anginnya keras, jadi cepet sekali merembetnya. Kurang lebih 22.30 kejadiannya sempat listriknya mati kemudian api langsung besar. Saya lagi istirahat karena satu hari kerja," tutur Busairi sambil menunjukkan rumah kos yang ditempatinya baru satu bulan.
Ia pun hanya bisa menyelamatkan diri tidak sempat menyelamatkan barang-barang pribadi miliknya karena panik bahkan ia berlari menerobos bambu-bambu karena api terus membesar.
"Sama sekali tidak ada yang bisa diselamatkan. Sepeda motor ada tiga di sini, yang satu punya teman saya, tetangga saya ini ditinggal kerja. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," ucapnya.
Hingga saat ini api masih membumbung tinggi dari sekitar lokasi kebakaran bahkan api masih membara dari tumpukan sampah yang berada di timur gudang rongsokan dan pemukiman.(*)