TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengungkap sederet fakta terkait Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran yang ambruk pada Minggu (30/8/2026).
Citra mengurai sosok pembuat jembatan gantung ambruk tersebut yang ternyata bukan dari Pemerintah Daerah atau Kabupaten Pangandaran.
Dalam wawancara bersama salah satu stasiun televisi, Citra mengakui dirinya hanya diminta menghadiri peresmian jembatan gantung tersebut sekira pukul 16.00 Wib.
Lalu setelah peresmian, Citra pun berjalan di jembatan tersebut bersama puluhan rombongan lainnya.
Tak disangka saat rombongan berada di tengah, jembatan gantung tersebut roboh.
Citra lantas mengungkap penyebab jembatan gantung tersebut nyaris terbelah dua.
"Ada peresmian jembatan, saya diundang untuk meresmikan jembatan. Habis peresmian itu kita jalan ke tengah. Memang pas di tengah itu jembatan sudah mulai goyang-goyang. Saya malah waktu sudah di tengah menginstruksikan ke belakang supaya mundur. Tiba-tiba sling sebelah kanan itu lepas dari pengikat utamanya," ungkap Citra dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan youtube inewstv, Selasa (1/9/2026).
Di momen tersebut, Citra sempat syok.
Terlebih saat melihat ke bawah jembatan yang memiliki ketinggian 20 meter.
"Pas lepas akhirnya banyak yang terpental. Ada yang jatuh dan sebagainya. Ada 20 meter ke bawah," ujar Citra.
Akibat kejadian tersebut kata Citra, banyak rombongannya yang mengalami luka-luka.
"Waktu itu sih memang hampir semua (warga) syok, waktu slingnya lepas itu semua menjerit. Jadi ada yang berdarah, ada yang terkilir, macam-macam lah, ada yang nyangkut di ram. Saya juga posisinya sudah setengah tengkurap. Saya pegang pelat besi di tengah," imbuh Citra.
Lebih lanjut, Citra pun mengungkap siapa pihak pembuat jembatan tersebut.
Ternyata jembatan tersebut dibuat atas inisiasi TNI.
"Dari TNI, (dinamakan) jembatan merah putih," ujar Citra.
Terkait dengan insiden jembatan gantung ambruk tersebut, Citra dibuat terkejut dengan fakta selanjutnya yang ia ketahui.
Baca juga: Jadi Korban Jembatan Gantung Anjlok, Bupati Pangandaran: Untung Saya, Bukan Masyarakat
Adapun perihal pembuatan jembatan, Citra mengaku dirinya memang tidak dilibatkan secara langsung dalam pembangunannya.
Citra bahkan hanya dua kali berkoordinasi dengan pihak TNI terkait pembuatan jembatan.
"Dari pihak Pemda itu pas awal saya ngasih tahu bahwa ada jembatan kurang layak, itu saya beserta PU dengan pak Dandim beserta jajaran. Setelah itu saya tidak berkoordinasi lagi. Dapat undangan saja kemarin untuk meresmikan. Jadi saya hanya satu, dua kali ini dengan pihak pemerintah daerah koordinasi tentang jembatan yang diresmikan," pungkas Citra.
Setelah insiden tersebut, jembatan gantung itu langsung ditutup.
"Rencananya akan segera diperbaiki oleh TNI," akui Citra.
Imbas dari penutupan jembatan tersebut adalah warga di dua dusun harus memutari jalanan sejauh 2 kilometer untuk saling terhubung.
"Mudah-mudahan ini kejadian tidak terulang lagi. Ke depan jembatan ini bisa menjadi jembatan yang tidak hanya gantung, tapi jembatan permanen, jembatan beton," ujar Citra.