Kebakaran di Lereng Semeru Makin Liar, Api Mengarah Ke Arah Malang
Wiwit Purwanto September 01, 2026 07:32 PM

 

SURYA.CO.ID LUMAJANG - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, terus meluas pada hari ketujuh penanganan, Selasa (1/9/2026).

Pergerakan api di hutan lereng Gunung Semeru semakin liar. Kobaran bahkan mulai mengarah ke wilayah Kabupaten Malang, sementara tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman secara manual melalui jalur darat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Yudhi mengatakan, titik api yang bergerak ke arah Malang belum diketahui secara pasti.

"Terakhir api mengarah ke daerah Malang, tapi kami belum tahu titik apinya sebelah mana. Karena setiap saat api itu cepat menjalar karena angin kencang," ujarnya.

Luas lahan yang terbakar juga diperkirakan terus bertambah. Hingga 31 Agustus 2026, sebanyak 598 hektar lahan TNBTS telah terbakar.

Baca juga: Karhutla TNBTS Meluas, 592 Hektare Lahan di Lereng Semeru Terbakar

"Luasan kemarin terdeteksi sekitar 598 hektar, kemungkinan pada hari ini ada tambahan luasan hutan yang terbakar api," ungkapnya.

Cuaca Berkabut dan Angin Kencang Hambat Water Bombing

Penanganan sementara dilakukan secara manual melalui jalur darat. Upaya pemadaman dari udara menggunakan helikopter belum dapat dilakukan karena kondisi cuaca di lereng Gunung Semeru tidak memungkinkan.

"Memang ada kendala kemarin, karena cuaca berkabut dan angin kecang sehingga water boombing tidak dilakukan. Karena tidak bisa dilakukan akses melalui jalur udara," bebernya.

Kondisi angin kencang juga membuat api bergerak cepat sehingga menyulitkan tim dalam mengendalikan pergerakan kobaran.

Sementara itu, jarak lokasi kebakaran dengan permukiman warga Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, sekitar dua kilometer.

Baca juga: Empat Bidang Lahan Flyover Gedangan Belum Tuntas, Pemkab Sidoarjo Siapkan Konsinyasi

"Setiap ada pergerakan, tim gabungan melakukan penyekatan khususnya di lokasi kebakaran wilayah Ranupani," imbuhnya.

Tim gabungan terus melakukan penyekatan setiap kali terjadi pergerakan api, terutama di kawasan kebakaran wilayah Ranupani.

Titik Api Berada di Jalur Pendakian Semeru

Selain cuaca, medan lokasi kebakaran juga menjadi tantangan bagi tim gabungan. Yudhi mengatakan titik api berada di jalur pendakian Gunung Semeru dengan kondisi kemiringan yang cukup terjal.

Medan tersebut menghambat pergerakan tim sekaligus proses pemadaman kebakaran yang hingga hari ketujuh masih berlangsung.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.