Dekat Benteng Van der Wijck, Stasiun Gombong Gerbang Wisata Barat Kebumen
khoirul muzaki September 01, 2026 08:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Stasiun Gombong tak lagi sekadar menjadi tempat naik dan turun penumpang kereta api.


Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah masyarakat yang menggunakan layanan kereta api melalui Stasiun Gombong, Kabupaten Kebumen, terus mengalami peningkatan.


Hingga Agustus 2026, rata-rata volume penumpang yang datang dan berangkat dari Stasiun Gombong mencapai 44.861 orang per bulan.


Angka tersebut meningkat dibandingkan rata-rata volume penumpang pada 2023 yang tercatat sebanyak 33.646 orang per bulan.


Artinya, dalam kurun waktu tersebut terjadi pertumbuhan sekitar 33 persen.


Pertumbuhan itu juga terlihat secara bertahap. 


Pada 2024, rata-rata volume penumpang mencapai 37.936 orang per bulan, kemudian meningkat menjadi 41.338 orang per bulan pada 2025.


Kondisi tersebut menunjukkan semakin tingginya peran Stasiun Gombong dalam mendukung mobilitas masyarakat, sekaligus membuka akses menuju berbagai aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata di wilayah barat Kabupaten Kebumen.


Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan pertumbuhan volume penumpang menunjukkan kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat melakukan perjalanan dari dan menuju Gombong.


"Pertumbuhan volume penumpang menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat melakukan perjalanan dari dan menuju Gombong. 


Kami melihat Stasiun Gombong bukan sekadar tempat naik dan turun kereta, tetapi juga bagian penting dari konektivitas masyarakat, termasuk untuk mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun pariwisata di Kabupaten Kebumen," ujar As’ad sebagaimana dalam rilis kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (1/9/2026). 


Stasiun Gombong berada di Kelurahan Wonokriyo, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen.


Stasiun tersebut menjadi salah satu simpul transportasi penting di jalur selatan Jawa.


Berada di ketinggian sekitar 18 meter di atas permukaan laut, Stasiun Gombong memiliki posisi strategis sebagai penghubung perjalanan masyarakat di wilayah barat Kebumen dengan berbagai daerah lainnya di Pulau Jawa.


Stasiun Gombong diresmikan pada 1887 oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS).


Keberadaan stasiun tersebut merupakan bagian dari pembangunan jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa.


Hingga kini, stasiun tersebut tetap mempertahankan perannya sebagai penghubung perjalanan antara Kroya dan Kutoarjo, sekaligus menjadi akses menuju berbagai kota di Pulau Jawa.


Saat ini, Stasiun Gombong melayani sekitar 56 perjalanan kereta api penumpang setiap hari.


Kereta yang melintas dan melayani penumpang di stasiun tersebut terdiri dari berbagai kelas, mulai dari eksekutif hingga ekonomi.


Dari Stasiun Gombong, masyarakat dapat melakukan perjalanan menuju sejumlah kota besar, antara lain Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Banyuwangi.


Dengan pilihan perjalanan tersebut, keberadaan Stasiun Gombong memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat yang hendak bepergian tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.


Peningkatan jumlah penumpang tersebut juga diikuti dengan berbagai fasilitas pelayanan di Stasiun Gombong.


Stasiun ini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas untuk mendukung kenyamanan pelanggan.


Di antaranya ruang yang nyaman, toilet bersih, musala, loket, serta fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Baca juga: Proyek Geothermal Gunung Ungaran, Pemdes Candi Ngaku Belum Ada Sosialisasi


Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat yang menggunakan jasa kereta api.


Tidak hanya melayani perjalanan penumpang, Stasiun Gombong juga memiliki peran dalam aktivitas logistik.


Stasiun tersebut melayani bongkar-muat angkutan pupuk.


Keberadaan layanan logistik tersebut semakin memperkuat posisi Stasiun Gombong sebagai salah satu bagian dari infrastruktur transportasi yang turut menunjang aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah sekitarnya.


Lokasi Stasiun Gombong yang strategis juga membuatnya menjadi salah satu titik persinggahan bagi wisatawan yang ingin menjelajahi berbagai destinasi di Kabupaten Kebumen.


Salah satu destinasi yang dapat dijangkau dari stasiun adalah Benteng Van der Wijck.


Bangunan peninggalan kolonial Belanda tersebut berada tidak jauh dari Stasiun Gombong dan dapat dijangkau hanya dalam beberapa menit.


Selain Benteng Van der Wijck, wisatawan juga dapat melanjutkan perjalanan menuju Pantai Menganti.


Pantai Menganti merupakan salah satu destinasi pantai unggulan di Jawa Tengah yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Gombong.


Tidak hanya itu, sejumlah destinasi lain juga dapat menjadi pilihan wisatawan, seperti Goa Jatijajar, Waduk Sempor, serta Roemah Martha Tilaar.


Beragam destinasi tersebut menawarkan pengalaman wisata yang berbeda, mulai dari wisata alam, sejarah, hingga budaya.


Kemudahan akses menggunakan kereta api menjadi salah satu nilai tambah bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin menikmati berbagai destinasi di Kebumen tanpa harus membawa kendaraan pribadi.


Kereta api juga memberikan alternatif transportasi yang nyaman sekaligus membuka peluang semakin berkembangnya aktivitas pariwisata di daerah.


Melihat pertumbuhan volume penumpang dan peran strategis Stasiun Gombong, KAI terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan di stasiun tersebut.


As’ad mengatakan pihaknya ingin Stasiun Gombong terus tumbuh mengikuti kebutuhan masyarakat.


"KAI terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan di Stasiun Gombong. 


Kami ingin stasiun ini terus tumbuh mengikuti kebutuhan masyarakat," kata As’ad.


Menurutnya, peningkatan konektivitas melalui kereta api diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.


Manfaat tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek mobilitas, tetapi juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Kebumen.


"Kami akan terus menghadirkan layanan yang selamat, nyaman, dan andal agar Stasiun Gombong semakin memberikan manfaat bagi mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Kebumen," tutup As’ad. (jti) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.