Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI - Penantian masyarakat Desa Loru, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah untuk mendapatkan akses air bersih yang lebih mudah mendapat angin segar.
Desa Loru berada sekitar 15 hingga 16 kilometer dari Kota Palu.
Perjalanan menuju desa tersebut dapat ditempuh sekitar 35 hingga 40 menit menggunakan kendaraan bermotor atau mobil.
Meski berada tidak terlalu jauh dari pusat Kota Palu, persoalan akses air bersih masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat, terutama ketika musim kemarau melanda.
Sumur bor bantuan Seruni Kabinet Merah Putih (KMP) yang dibangun hingga kedalaman sekitar 100 meter kini menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat setempat.
Baca juga: Peringati IWD 2026, Seruni Sulteng Aksi Depan Kantor DPRD Sulteng, Sampaikan Keresahan Warga Huntara
Sumur tersebut resmi diresmikan dalam rangkaian kunjungan kerja Sri Suparni Bahlil atau yang akrab disapa Sriani Bahlil, istri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Selasa (1/9/2026).
Sri Suparni dan Bahlil Lahadalia diketahui bertemu ketika keduanya sama-sama aktif sebagai aktivis mahasiswa di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat menempuh pendidikan di Papua.
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mengatakan, masyarakat di wilayah tersebut selama ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bahkan, kata Rizal, warga harus mengambil air dari masjid terdekat.
“Dengan adanya bantuan ini, tentu sangat disyukuri oleh masyarakat,” ujar Rizal, yang juga Ketua DPD Golkar Kabupaten Sigi.
Menurutnya, keberadaan sumur bor tersebut menjadi bantuan yang sangat berarti, khususnya bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan sumber air.
Baca juga: Usai Dibongkar, Pasar Sentral Luwuk Banggai Bakal Jadi RTH
Sri Suparni atau Sriani Bahlil selaku Ketua BMU Dekranas mengatakan, pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari program Seruni Kabinet Merah Putih yang bekerja sama dengan Kementerian ESDM RI.
Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan kekeringan dan keterbatasan akses air bersih yang terjadi di sejumlah daerah saat musim kemarau.
Sri Suparni mengatakan, meskipun cakupan bantuan tersebut tidak besar, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
“Memang program ini tidak besar dan hanya bisa dirasakan oleh beberapa KK, tetapi semoga air yang mengalir dari bantuan ini memberikan manfaat dan berkah bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan,” katanya
Pembangunan sumur bor di Desa Loru membutuhkan proses pengeboran hingga sekitar 100 meter.
Dalam prosesnya, tim menghadapi kondisi tanah yang cukup keras sehingga membutuhkan mata bor khusus.
Sumur tersebut kemudian dilengkapi dengan tower yang dinilai cukup kuat apabila ke depan dilakukan penggantian tandon dengan kapasitas yang lebih besar.
Sementara itu, pompa yang digunakan memiliki daya 2 PK.
Baca juga: BMKG Palu Gelar Sekolah Lapang Gempa di Sigi, Peserta Dilatih Hadapi Tsunami
Dengan sistem tersebut, sumur diperkirakan mampu mengalirkan air untuk memenuhi kebutuhan hingga sekitar 100 kepala keluarga (KK).
Kehadiran sumur bor itu diharapkan dapat mengurangi kesulitan masyarakat dalam mendapatkan air, terutama ketika musim kemarau berlangsung.
Peresmian sumur bor turut dihadiri Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, Ketua TP-PKK Kabupaten Sigi Siti Halwiah, serta unsur Forkopimda, kepala OPD, camat dan kepala desa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada masyarakat Desa Loru.(*)