Sejarah dan Tujuan Perayaan Hari Polisi Wanita di Indonesia yang Diperingati pada 1 September
Oktavia WWidayanti September 01, 2026 08:36 PM

Informasi Awal

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hari Polisi Wanita atau Hari Polwan diperingati setiap 1 September di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Peringatan Hari Polwan menjadi momentum untuk mengenang sejarah panjang kehadiran perempuan dalam institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Hari Polwan juga menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi terhadap dedikasi dan pengabdian polisi wanita dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sejarah

Hari Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia terjadi pada tanggal 1 September.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sejarah Polwan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari situasi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Cikal bakal Polwan bermula di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 1 September 1948.

Pada masa tersebut, Indonesia sedang menghadapi situasi keamanan yang sulit akibat Agresi Militer Belanda II.

Arus pengungsian terjadi di berbagai daerah, termasuk Bukittinggi.

Para pengungsi harus menjalani pemeriksaan oleh polisi untuk mencegah adanya penyusupan.

Namun, polisi laki-laki mengalami kesulitan ketika harus melakukan pemeriksaan fisik terhadap pengungsi perempuan.

Kondisi tersebut kemudian mendorong munculnya kebutuhan terhadap tenaga polisi wanita.

Organisasi wanita dan organisasi wanita Islam di Bukittinggi turut mengusulkan agar perempuan diberikan kesempatan mengikuti pendidikan kepolisian.

Usulan tersebut kemudian mendapat respons dari Cabang Djawatan Kepolisian Negara untuk Sumatera yang berkedudukan di Bukittinggi.

Enam Perintis Polisi Wanita Indonesia
Pada 1 September 1948, enam perempuan terpilih secara resmi mengikuti pendidikan inspektur polisi di Sekolah Polisi Negara (SPN) Bukittinggi.

Mereka mengikuti pendidikan bersama dengan 44 siswa laki-laki.

Keenam perempuan tersebut kemudian dikenal sebagai perintis Polwan Indonesia, yaitu:

Mariana Saanin Mufti
Nelly Pauna Situmorang
Rosmalina Pramono
Dahniar Sukotjo
Djasmainar Husein
Rosnalia Taher

Tanggal 1 September 1948 selanjutnya ditetapkan sebagai hari lahir Polisi Wanita di Indonesia.

Pendidikan Polwan Sempat Terhenti
Perjalanan keenam perintis Polwan tersebut tidak berlangsung mulus.

Pendidikan mereka di Bukittinggi terpaksa terhenti pada Desember 1948 akibat Agresi Militer Belanda II.

Setelah Indonesia memperoleh pengakuan kedaulatan, keenam calon inspektur polisi wanita tersebut kembali menjalani pendidikan.

Pada 19 Juli 1950, mereka melanjutkan pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Sukabumi, Jawa Barat.

Keenamnya kemudian berhasil menyelesaikan pendidikan pada 1 Mei 1951 dan dilantik sebagai inspektur polisi wanita pertama di Indonesia.

Setelah itu, mereka bertugas menangani berbagai persoalan yang berkaitan dengan perempuan dan anak-anak, termasuk kasus kejahatan dengan perempuan sebagai korban maupun pelaku.

Perkembangan Peran Polwan di Indonesia
Seiring perkembangan zaman, tugas Polwan tidak lagi terbatas pada pemeriksaan atau penanganan kasus yang melibatkan perempuan dan anak.

Polwan kini menjalankan berbagai tugas kepolisian, termasuk pelayanan masyarakat, penyelidikan dan penyidikan, pengamanan, hingga menduduki berbagai jabatan strategis di lingkungan Polri.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki kontribusi penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Peluang bagi Polwan untuk menduduki jabatan strategis di lingkungan kepolisian juga semakin terbuka sejak memasuki era 2000-an.

Tujuan

Berikut tujuan perayaan Hari Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Mengenang sejarah lahirnya Polwan

2. Mengapresiasi pengabdian Polwan

3. Meningkatkan semangat pengabdian

4. Mendorong peran perempuan dalam kepolisian

5. Memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat.

(tribunnewswiki.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.