Sembilan Taman Nasional Rawan Karhutla Ditutup Sementara, Semeru hingga Gunung Ciremai
Tribun-video September 01, 2026 08:42 PM

TRIBUN-VIDEO  — Pemerintah menutup sementara aktivitas pendakian di sembilan taman nasional yang dinilai memiliki tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kebijakan ini diambil untuk mengutamakan keselamatan pendaki di tengah ancaman kebakaran yang masih tinggi.

Menteri Kehutanan Raja Antoni mengatakan, keputusan penutupan tersebut akan dituangkan dalam surat edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE).

"Secara resmi akan ada surat edaran dari Dirjen KSDAE, tapi saya bisa umumkan ada penutupan sementara terhadap 9 Taman Nasional," kata Raja seusai rapat koordinasi penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (31/8/2026).

Sembilan taman nasional yang aktivitas pendakiannya ditutup sementara meliputi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Gunung Ciremai, Taman Nasional Tambora, Taman Nasional Manusela, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Gunung Leuser, serta Taman Nasional Lorentz.

Khusus Taman Nasional Lorentz, penutupan berlaku untuk jalur Ilaga, Tsinga, Sugapa, dan Ugimba.

Selain penutupan sementara di sembilan kawasan tersebut, pemerintah menerapkan pembukaan terbatas di empat kawasan konservasi.

Aktivitas di kawasan tersebut hanya diperbolehkan dengan pengawasan lebih ketat dan pembatasan pada zona yang dinilai aman.

Empat kawasan itu adalah Taman Nasional Gunung Rinjani, Taman Nasional Gunung Merbabu, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang (Argopuro), dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Menurut Raja, kebijakan tersebut bukan untuk membatasi masyarakat menikmati kawasan konservasi.

Penutupan dilakukan karena risiko kebakaran dapat membahayakan keselamatan pendaki.

Ia merujuk pada kebakaran di kawasan Bromo Tengger Semeru yang menyebabkan sekitar 170 pendaki terjebak.

"Ini sekali lagi maksudnya bukan kita membatasi keinginan para pendaki untuk menaiki taman nasional kita, tetapi karena risiko yang sangat tinggi," ujar Raja.

Raja mengatakan, kebakaran yang terjadi di kawasan taman nasional juga menambah tantangan dalam penanganan karhutla.

Pemadaman tidak hanya membutuhkan personel di lapangan, tetapi juga dukungan peralatan, termasuk helikopter untuk pengeboman air atau *water bombing*.

Pemerintah, kata dia, harus membagi sumber daya untuk menangani kebakaran di taman nasional dan enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla.

"Beberapa helikopter *water bombing* yang mestinya bisa dimaksimumkan di enam provinsi prioritas, tetapi karena ada kebakaran yang luar biasa di beberapa taman nasional, akhirnya helikopter ini juga di-*deploy* ke taman-taman nasional tersebut," katanya.

Saksikan LIVE UPDATE lengkapnya hanya du YouTube Tribunnews!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.