Pemkab Kulon Progo Gembleng Para Jagabaya Kalurahan, Libatkan Pemda DIY Hingga UGM
Muhammad Fatoni September 01, 2026 09:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menggembleng para Jagabaya dari seluruh kalurahan pada Selasa (01/09/2026).

Pendampingan dalam bentuk Bimbingan Teknis (Bimtek) Pamong Kalurahan 2026 ini berlangsung di Hotel Morazen YIA.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB) Kulon Progo, Jazil Ambar Was'an, mengatakan ada sebanyak 87 Jagabaya yang mengikuti kegiatan ini.

"Para Jagabaya ini kami gembleng selama 3 hari, mulai hari ini sampai Kamis (03/09/2026) mendatang," kata Jazil.

Bimtek melibatkan pengajar dari Balai Pemerintah Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yogyakarta, Pemkab Kulon Progo, Pemda DIY, dan Sekolah Vokasi UGM. Kegiatan sepenuhnya didukung oleh Dana Keistimewaan (Danais) DIY.

Menurut Jazil, bimtek digelar dengan tujuan meningkatkan kapasitas para Jagabaya.

Mereka bahkan diwajibkan untuk menjalani tahap pretest, posttest, penilaian kedisiplinan, serta menyusun rencana aksi konkret untuk kalurahan masing-masing.

"Tahapan itu guna memastikan output Jagabaya yang dihasilkan benar-benar berkualitas," ujarnya.

Baca juga: Peringatan Keras Sekda Kulon Progo ke SPPG Jika Keracunan MBG Terulang Lagi

Jazil mengungkapkan bahwa dari 87 Jagabaya yang ada saat ini didominasi oleh kaum perempuan.

Fenomena ini menjadi menarik karena biasanya jabatan Jagabaya lebih didominasi oleh kaum laki-laki.

Ia melihat tingginya keterwakilan perempuan dalam posisi Jagabaya menjadi bukti inklusivitas dan kemajuan pesat dalam seleksi pamong kalurahan. Apalagi Jagabaya memiliki fungsi keamanan dan pertanahan desa.

"Ini menjadi bukti bahwa putri-putri sekarang tidak ragu tampil dan bersaing di jabatan apapun, termasuk menjadi Jagabaya," jelas Jazil.

Bimtek Pamong Kalurahan 2026 dibuka secara resmi oleh Bupati Kulon Progo Agung Setyawan.

Ia berpesan agar para Jagabaya mengedepankan pendekatan humanis di masyarakat.

Sebab Jagabaya merupakan ujung tombak pengayoman warga. Mereka tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi memiliki peran vital dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban di masyarakat.

"Jagabaya wajib mempunyai integritas, keterampilan, dan komunikasi yang baik, selesaikan persoalan warga dengan dialog dan pencegahan yang bijaksana," kata Agung. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.