Terjerat Kasus Etik Berulang, Keluarga Korban Sebut Wiliam Lomo Tak Pantas Jadi Wakil Rakyat Malteng
Fandi Wattimena September 01, 2026 09:52 PM

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Legislator Maluku Tengah, Willyam Richard Lomo dari Partai Hanura santer terjerat pada kasus tak etis secara berulang. 

‎Politisi yang baru-baru ini mengemban amanah sebagai Ketua DPD Hanura Maluku Tengah itu diduga menghamili karyawannya namun enggan bertanggung jawab.

‎Kabar ini santer mendapat sorotan berbagai pihak. 

‎Tak terkecuali keluarga korban dari kasus serupa, dimana Fredy Daniel Bone (55) paman dari korban berinisial TS membeberkan fakta-fakta atas kasus pilu yang menimpa kemenakannya.

‎Diketahui, kasus yang mirip menimpa kemenakan Fredy terjadi pada tahun 2016, dimana Willyam melepas tanggung jawab.

‎Kepada TribunAmbon, Selasa (1/9/2026), dengan tegas Fredy menyebut, Willyam tak pantas menjadi Anggota DPRD Maluku Tengah.

Baca juga: Disidang Kasus Aborsi Hingga Kabar Terbaru Hamili Karyawannya, Willyam Lomo Bangkitkan Luka Lama

Baca juga: Paman dari Korban Dugaan Asusila Tuntut Keadilan atas Perbuatan Anggota DPRD Willyam Richard Lomo

‎Fredy menyatakan, bukan hanya kemenakannya yang menjadi korban Willyam, ada beberapa kasus serupa. Namun Politisi Hanura itu seakan kebal dari sisi apapun.

‎Beberapa korban dijanjikan untuk dinikahi Willyam namun berakhir dengan situasi yang sama seperti kemenakannya.

‎Menurut Fredy, Willyam tidak pantas menjadi Anggota DPRD, karena kasus serupa telah ia lakukan berulang kali. 

‎Ia berani berkata ke publik semata-mata menuntut nama baik keluarganya dan memberi efek jera untuk Willyam Lomo.

‎"Agar menjadi efek jera, karena manusia ini tidak layak, dia jadi dewan,"tegas Fredy.

‎Baru-baru ini, Fredy melihat kasus yang sama menyeret nama Willyam Richard Lomo namun dengan korban yang berbeda.

‎Ia pun meminta dengan sangat agar DPP Partai Hanura dan DPRD Maluku Tengah tidak tinggal diam dengan kasus tersebut.

‎"Saya memohon kepada pimpinan DPRD Maluku Tengah maupun DPP Partai Hanura untuk menindaklanjuti persoalan yang ada, ini persoalan ke sekian kali, namun baru muncul ke permukaan," pungkasnya.

‎Fredy pun tak membantah kemungkinan menempuh jalur hukum, namun baginya yang paling penting adalah DPRD Maluku Tengah tidak tinggal diam atas masalah ini.

‎Terkait itu, TribunAmbon.com telah berupaya mengonfirmasi Willyam Richard Lomo melalui nomor 0822 9311 XXXX, namun belum ada tanggapan hingga kini. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.