Sate tidak hanya dikenal sebagai salah satu kuliner khas Indonesia, tetapi juga memiliki beragam cerita, rasa, dan identitas daerah. Kekayaan tersebut diangkat melalui Festival Sate Nusantara 2026 yang digelar Sate Khas Senayan dengan menghadirkan 20 varian sate dari berbagai daerah di Indonesia.
Festival tersebut mengambil titik mula di Senayan, lokasi Sate Khas Senayan pertama kali berdiri. Melalui gelaran ini, sate Indonesia dikemas dalam pengalaman kuliner yang lebih modern sekaligus tetap mempertahankan akar tradisi Nusantara.
Head of Marketing Sate Khas Senayan Maria Fransisca mengatakan Festival Sate Nusantara menjadi upaya untuk memperkenalkan keberagaman sate kepada generasi masa kini.
"Melalui Festival Sate Nusantara, kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya menikmati sate, tetapi juga mengenal keberagaman cerita, rasa, dan tradisi yang ada di balik setiap sajian sate di Indonesia," ujar Maria dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8/2026).
20 Varian Sate Hadir di Senayan
Rangkaian Festival Sate Nusantara 2026 dibuka melalui Angkringan Sate Senayan di area Plaza Senayan Air Mancur pada 2-6 September 2026. Acara berlangsung setiap hari pukul 11.00-23.00 WIB.
Konsep angkringan dipilih untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat. Pengunjung dapat menikmati 20 varian sate Nusantara, makanan pendamping, dan aneka jajanan.
Pilihan sate yang dihadirkan, antara lain Sate Ayam & Sate Kulit Ponorogo, Sate Ayam Blora, Sate Ayam Bumbu Plecing, Sate Ayam Madura, Sate Ayam Rembang, Sate Lilit Ayam, Sate Urat Ponorogo, Sate Kambing, Sate Kambing Buntel, Sate Udang Bakar, Sate Cumi Bakar, Sate Jamur Ponorogo, Sate Taichan, Sate Terong Ponorogo, dan Sate Tahu Bacem Ponorogo. Ragam tersebut disajikan dengan resep sebagaimana aslinya.
Untuk mengenal lebih jauh latar belakang setiap sate, pengunjung dapat menggunakan Kartu Jelajah Sate yang memuat informasi mengenai asal-usul, karakter rasa, hingga bahan baku yang digunakan.
Salah satu sajian yang ditawarkan adalah Discovery Platter. Menu tersebut memungkinkan pengunjung mencicipi delapan jenis sate yang berbeda setiap harinya dalam satu sajian.
Dari Senayan Menjelajah Sate Nusantara
Festival Sate Nusantara 2026 tidak berhenti di kawasan Senayan. Setelah rangkaian pembukaan, festival berlanjut di gerai Sate Khas Senayan wilayah Jabodetabek pada 7 September-18 Oktober 2026.
Selama periode tersebut, pelanggan dapat menikmati menu spesial Festival Sate Nusantara, termasuk Discovery Platter. Ada pula program Sate Paspor yang mengajak pelanggan mengenal berbagai varian sate Nusantara.
Melalui Sate Paspor, pelanggan dapat mengikuti tahapan Makan, Kenali, Cap, Kumpulkan, dan Dapatkan Hadiah. Konsumen dapat mengumpulkan hingga 20 cap dari berbagai varian sate yang tersedia dan berkesempatan memperoleh hadiah pada sejumlah pencapaian.
Program tersebut membuat pengalaman menikmati sate tidak berhenti pada satu menu. Pengunjung sekaligus diajak mengenali keragaman sate yang berasal dari berbagai daerah Indonesia.
Menjaga Warisan Kuliner Indonesia
Festival Sate Nusantara menjadi bagian dari upaya Sate Khas Senayan menjaga relevansi kuliner Indonesia di tengah perubahan gaya hidup dan selera generasi baru.
Berangkat dari Senayan sebagai tempat pertama Sate Khas Senayan berdiri, festival ini ingin menempatkan sate bukan hanya sebagai makanan yang familiar, tetapi sebagai bagian dari kekayaan kuliner dengan beragam rasa, cerita, dan identitas daerah.
Perpaduan antara warisan kuliner dan pengalaman modern menjadi pendekatan yang digunakan untuk memperkenalkan sate kepada generasi baru. Kolaborasi lintas brand juga memperluas pengalaman tersebut melalui makanan, kopi, dan aktivitas di area festival.
Festival Sate Nusantara 2026 pun menjadi ajakan untuk kembali menikmati kuliner Indonesia bersama-sama.
Dari Senayan, sate tidak sekadar disajikan sebagai hidangan. Setiap tusuknya membawa cerita tentang daerah, tradisi, dan kekayaan rasa yang menjadi bagian dari identitas kuliner Indonesia.





