Antisipasi Kebakaran, Wagub Rano Karno Ingatkan Warga Jakarta Waspada Penggunaan Instalasi Listrik
Jaisy Rahman Tohir September 02, 2026 01:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan instalasi dan peralatan listrik di rumah.

Menurut Rano, korsleting listrik menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kebakaran di Jakarta. Karena itu, masyarakat diminta rutin memeriksa kondisi jaringan listrik dan tidak menggunakan instalasi secara berlebihan.

"Kebakaran hampir 95 persen karena korsleting listrik. Artinya kembali kepada masyarakat sendiri, tolong lihat lagi jaringan listrik," ujar Rano, Selasa (1/9/2026), dikutip dari laman Pemprov Jakarta.

Rano menilai, masih banyak warga yang belum menyadari potensi bahaya dari instalasi listrik yang digunakan sehari-hari.

Salah satunya kebiasaan menggunakan satu saklar atau sumber listrik untuk berbagai peralatan secara bersamaan.

Kondisi tersebut, kata Rano, perlu menjadi perhatian masyarakat untuk mencegah terjadinya korsleting yang dapat memicu kebakaran.

Sebagai langkah mitigasi, Pemprov DKI Jakarta terus menggencarkan sosialisasi mengenai potensi bahaya kebakaran sekaligus upaya penanggulangannya.

Pemprov DKI juga melakukan mitigasi dengan membagikan alat pemadam api ringan (APAR) ke setiap RW di Jakarta.

Rano berharap upaya pencegahan tersebut dapat dilakukan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

"Mari kita sama-sama, antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Ayo kita jaga Jakarta dalam segala aspek," tandasnya.

Kebakaran Kantor GRIB Jaya

Sebelumnya, kantor DPP GRIB Jaya yang berlokasi di Jalan Manunggal V, Kedoya Selatan, kebakaran pada Senin (31/8/2026) dini hari.

Sebanyak 4 unit armada pemadam dan 40 personel diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah, dari total 8 unit armada yang disiagakan.

"Informasinya satu ruangan yang terbakar," tutur Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi.

Proses pemadaman dimulai pukul 02.57 WIB, dilanjutkan dengan tahap pendinginan hingga operasi dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 03.28 WIB.

Divisi Hukum DPP GRIB Jaya, Wilson Colling, mengungkapkan bahwa titik api berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik pada alat pengisi daya ponsel.

Ia menjelaskan, charger ponsel itu dicolokkan dan diletakkan di atas kulkas sebelum akhirnya memicu percikan api pada Senin dini gari  sekira pukul 02.49 WIB.

"Berdasarkan pengecekan dan identifikasi di lokasi kejadian, sumber api dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari perangkat pengisi daya ponsel yang diletakkan di atas kulkas," ujar Wilson dalam keterangan resminya, Senin (31/8/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.