Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menginstruksikan percepatan evakuasi warga Karo di wilayah zona bahaya menyusul kenaikan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Bobby menegaskan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama sekaligus meminta jajaran pemerintah daerah dan forum koordinasi pimpinan daerah memastikan kebutuhan warga terpenuhi.

"Utamakan keselamatan jiwa," tegasnya usai memimpin rapat koordinasi penanganan darurat erupsi bersama unsur forkopimda di Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung di Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa.

Gubernur menekankan agar evakuasi warga Karo, khususnya yang berada di zona merah dilakukan secara menyeluruh dan tegas untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi zona bahaya baru berupa radius tiga kilometer, dan enam kilometer wilayah sektor timur dan selatan dari Gunung Sinabung.

"Untuk masyarakat di zona rawan, sosialisasikan dengan gencar. Jika aktivitas semakin meningkat, gunakan opsi imbauan tegas. Bahkan kalau perlu dipaksa demi kebaikan, dan keselamatan mereka," jelas Bobby.

Gubernur meminta, berbagai fasilitas pendukung di lokasi pengungsian segera disiapkan secara maksimal dalam tempo yang singkat.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap untuk memberikan dukungan berupa bantuan logistik, peralatan evakuasi hingga kebutuhan operasional personel di lapangan imbas erupsi Gunung Sinabung.

"Jangan setengah-setengah memberikan fasilitas untuk masyarakat di pengungsian. Gunakan anggaran dengan baik, sediakan fasilitas yang layak dan nyaman," kata Bobby.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Armen Putra menjelaskan, hasil pengamatan visual dan seismik mengindikasikan pergerakan magma menuju permukaan yang berpotensi membongkar kubah lava sisa erupsi sebelumnya.

"Tadi malam terekam hotspot, artinya lava sudah sampai ke permukaan. Jika pembentukan kubah lava baru tertahan, dan tekanan gempa dari dalam terus meningkat, ini bisa membongkar kubah lava lama dan berpotensi memicu erupsi cukup besar, seperti tahun 2019 dan 2020," tutur Armen.

Bupati Karo Antonius Ginting melaporkan bahwa penyesuaian zona bahaya hingga enam kilometer, dan evakuasi utama difokuskan di Desa Kuta Tengah karena secara geografis dikelilingi zona merah.

"Rencana total warga yang dievakuasi dari Desa Kuta Tengah mencapai 140 KK atau sekitar 684 jiwa. Hingga siang ini, lebih dari 260 jiwa telah digeser bertahap menuju lokasi pengungsian di Gedung Korpri, dan Jambur Desa Suka Nalu," ujarnya.

Mengantisipasi warga Karo masih beraktivitas di ladang pada siang hari, jelas Bupati, Pemerintah Kabupaten Karo bersama TNI/Polri menyiagakan armada angkutan sistem antar-jemput.

Sedangkan untuk warga di Desa Payung di luar zona evakuasi utama, maka petugas tetap menyiagakan kendaraan, dan personel sebagai langkah antisipasi jika terjadi peningkatan eskalasi aktivitas Gunung Sinabung.

Menurut dia, pemerintah daerah bersama unsur TNI/Polri dan relawan telah menyiagakan sebanyak 843 personel gabungan di bawah komando Kodim 0205/Tanah Karo dan Polres Tanah Karo.

"Sejumlah langkah antisipasi lain telah dilakukan, di antaranya meliburkan kegiatan belajar mengajar di beberapa sekolah terdampak radius enam kilometer, seperti SD Guru Kinayan, SD Payung, SD Ndeskati, dan SMP Negeri 1 Atap Payung," papar Antonius.