SURYA.CO.ID, SURABAYA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membuktikan keunggulannya dalam mempertahankan tren pertumbuhan usaha dengan meraih kinerja keuangan positif pada semester pertama tahun 2026.
Dalam laporan konsolidasi yang ditelaah secara terbatas, perseroan membukukan volume penjualan sebesar 18,28 juta ton serta pendapatan mencapai Rp 17,65 Triliun.
Sementara itu, beban pokok pendapatan berhasil ditekan di angka Rp 13,85 Triliun dengan EBITDA Rp 2,15 Triliun dan laba bersih yang teratribusi ke pemilik entitas induk mencapai Rp 228 Miliar.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni menyatakan lonjakan permintaan nasional dapat dimaksimalkan perseroan hingga volume penjualan naik 5,6 persen yoy.
Pertumbuhan positif itu utamanya disokong oleh segmen semen kantong yang melonjak hingga 11,2 persen yoy di pasar domestik.
”Kinerja penjualan yang positif semester I, 2026, adalah buah transformasi strategi penjualan pasar mikro melalui penguatan retail sales,” kata Vita Mahreyni, dalam rilis Humas SIG, Selasa (1/9/2026).
Pihaknya juga memperkuat pemahaman produk di tingkat toko serta memberikan pelatihan sertifikasi bagi ahli bangunan.
Baca juga: Strategi Bisnis Ramah Lingkungan Manjur, SIG Sabet Penghargaan Keberlanjutan ESG Award 2026
Peningkatan volume penjualan dan disiplin harga mendorong kenaikan pendapatan SIG sebesar 13,1 persen yoy.
Pengelolaan arus kas yang maksimal turut menurunkan utang berbunga serta memangkas beban keuangan bersih sebesar 34,5 persen yoy.
“SIG menerapkan efisiensi ketat yang dijalankan secara disiplin dan konsisten,” katanya.
Langkah strategis itu memicu lonjakan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar 471,0 persen yoy.
”Kinerja positif ini merupakan bukti ketahanan SIG mengatasi berbagai tantangan berkat strategi transformasi yang dijalankan,” lanjutnya.
Baca juga: Perkuat Pasar Jawa Barat, SIG Luncurkan Semen Kujang Berteknologi Active Micro Particle
Perseroan optimistis prospek penjualan pada semester II tahun 2026 tetap tumbuh positif seiring pulihnya proyek infrastruktur dan industri.
Sebagai bagian dari ekspansi, perseroan menghidupkan kembali Semen Kujang untuk menguasai pasar Jawa Barat.
Transformasi itu juga mengarahkan SIG menjadi penyedia solusi bangunan menyeluruh dengan produk turunan yang inovatif.
“Dengan pengalaman satu abad lebih di industri bahan bangunan, SIG berkomitmen menghadirkan inovasi dan solusi konstruksi terintegrasi,” pungkasnya.