TRIBUNMANADO.CO.ID - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Laut Halmahera Tengah, Maluku Utara, Selasa (1/9/2026) sore.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 15.22.21 WIB.
Hasil pemutakhiran analisis menunjukkan gempa memiliki magnitudo M5,4 dengan kedalaman 10 kilometer.
Baca juga: Update Gempa Flores NTT Pasca Magnitudo 7,7: Tercatat Sudah 10.937 Terjadi Gempa Susulan
Episenter gempa berada pada koordinat 0,26° LU dan 128,91° BT, atau sekitar 64 kilometer tenggara Halmahera Tengah.
Meski tergolong gempa dangkal, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, berdasarkan hasil pemodelan BMKG.
BMKG menjelaskan, gempa ini dipicu aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
Guncangan gempa cukup kuat dirasakan di sejumlah wilayah.
Intensitas V MMI tercatat di Patani dan Patani Utara, Halmahera Tengah.
Sementara IV MMI dirasakan di Patani Timur, Halmahera Tengah.
Getaran dengan intensitas III MMI turut dirasakan di Kota Maba, Weda, Tidore, Ternate dan Jailolo.
Hingga pukul 15.45 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya gempa bumi susulan atau aftershock.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan gempa.
BMKG memastikan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan akan terus dilakukan dan informasi terbaru akan disampaikan kepada masyarakat maupun pihak terkait.
Berikut tindakan yang perlu Anda lakukan saat terjadi gempa:
1. Tetap tenang
Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang!
Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah tempat yang aman untuk berlindung.
2. Di dalam rumah
Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu.
Berlindung di bawah meja adalah tempat terbaik untuk melindungi diri dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa.
Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk.
Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.
3. Di luar ruangan
Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka.
Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun.
Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan.
4. Di kerumunan
Jika saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan.
Untuk mengindari hal tersebut kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.
5. Di gunung atau dataran tinggi
Jika gempa terjadi saat kamu sedang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung.
Hindari daerah dekat lereng karena ada kemungkinan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.
6. Di laut
Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami.
Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.
7. Di dalam kendaraan
Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh.
Berhentilah di tempat dan berhentilah di sana.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini