MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Anggota DPRD Maluku Tengah, Willyam Richard Lomo, kembali menjadi sorotan setelah namanya disebut dalam dugaan kasus tak etis terhadap seorang perempuan.
Politikus Partai Hanura itu dikabarkan diduga menghamili karyawannya dan belum bertanggung jawab. Kabar tersebut kembali mengemuka setelah sebelumnya Willyam disebut pernah terseret kasus serupa pada 2025.
Baca juga: Terjerat Kasus Etik Berulang, Keluarga Korban Sebut Wiliam Lomo Tak Pantas Jadi Wakil Rakyat Malteng
Baca juga: Disidang Kasus Aborsi Hingga Kabar Terbaru Hamili Karyawannya, Willyam Lomo Bangkitkan Luka Lama
Di tengah kabar tersebut, keluarga perempuan berinisial TS yang disebut pernah memiliki hubungan dengan Willyam pada 2016 akhirnya buka suara setelah bertahun-tahun memilih diam.
Paman TS, Fredy Daniel Bone (55), kepada TribunAmbon.com, Selasa (1/9/2026), mengungkapkan keponakannya telah mengenal Willyam sejak masih duduk di bangku kuliah.
Keduanya sempat menjalin hubungan hingga TS hamil pada 2016. Keluarga TS dan keluarga Willyam kemudian sempat bertemu untuk membicarakan persoalan tersebut.
Namun, menurut Fredy, pertemuan itu tidak menghasilkan penyelesaian bagi keponakannya maupun anak yang dilahirkannya.
"Kasus ini sudah sejak tahun 2016, sudah pernah duduk keluarga. Keluarga dia dan keluarga korban. Tidak ada kelanjutannya, keluarganya janji akan rapat untuk memberi keputusan. Sampai saat ini tidak ada kelanjutan, sampai saat ini tidak pernah melihat anak TS, pihak keluarganya tidak menginginkan anak itu," ujar Fredy.
Fredy mengatakan, satu-satunya bentuk perhatian Willyam saat itu hanya membantu biaya persalinan. Setelahnya, ia menyebut Willyam maupun keluarganya tidak lagi memberikan perhatian kepada TS dan anaknya.
Kondisi tersebut, kata Fredy, sempat berdampak terhadap kondisi psikologis keponakannya.
"Kondisi psikologis terganggu sekali, sempat dia stress dan depresi berat, Wiliam tidak ada niat baik untuk melihat korban dan anaknya," jelasnya.
Kini, TS disebut telah berusaha melanjutkan kehidupannya dan bekerja di salah satu perusahaan multifinance di Kota Masohi.
"Dia sudah mulai move on, kemarin agak sedikit terpukul dengan beredarnya kabar (kasusnya) di Gerbang Malteng," terang Fredy.
Minta DPRD dan Hanura Bertindak
Fredy mengaku kembali angkat bicara setelah mendengar kabar dugaan kasus serupa yang kini menyeret nama Willyam dengan perempuan berbeda.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak semestinya dibiarkan karena Willyam merupakan anggota DPRD Maluku Tengah dan baru-baru ini dipercaya mengemban jabatan sebagai Ketua DPD Hanura Maluku Tengah.
Ia bahkan menilai Willyam tidak layak menduduki kursi legislatif apabila dugaan kasus serupa terus berulang.
"Agar menjadi efek jera, karena manusia ini tidak layak, dia jadi dewan," tegas Fredy.
Fredy juga meminta pimpinan DPRD Maluku Tengah dan DPP Partai Hanura menindaklanjuti persoalan tersebut.
"Saya memohon kepada pimpinan DPRD Maluku Tengah maupun DPP Partai Hanura untuk menindaklanjuti persoalan yang ada, ini persoalan ke sekian kali, namun baru muncul ke permukaan," pungkasnya.
Ia tidak menutup kemungkinan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Namun, menurut Fredy, hal terpenting saat ini adalah adanya sikap dari DPRD Maluku Tengah dan Partai Hanura.
Fredy juga menyatakan siap apabila keluarga Willyam ingin melakukan tes DNA terhadap anak TS.
Pernah Terseret Kasus Serupa
Sebelumnya, Willyam Richard Lomo juga disebut pernah terseret kasus dugaan aborsi pada 2025.
Ia dikabarkan menjalani persidangan internal partai pada pertengahan Juni 2025 terkait persoalan tersebut. Perempuan yang disebut terlibat dalam kasus itu dikabarkan merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di salah satu rumah sakit pemerintah di Maluku Tengah.
Kini, kabar dugaan kasus baru kembali mencuat dan disebut melibatkan seorang karyawan Willyam.