Inovasi UMKM Kuliner Banjar, Nurul Sulap Tulang Ikan Haruan jadi Kue
Hari Widodo September 02, 2026 09:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID- Suara mesin penggilingan terdengar dari dapur rumah Siti Nurul Hidayah di Kompleks Citra Permata Biru Blok 2, Sekumpul, Martapura, Selasa (1/9/2026).

Di mesin ternyata bukan buah, bumbu, atau bahan makanan yang sedang dihaluskan, melainkan tulang ikan gabus.

Bahan yang bagi sebagian pelaku usaha pengolahan ikan hanya dianggap sebagai sisa produksi itu perlahan berubah bentuk di tangan Nurul.

Setelah melalui serangkaian proses, tulang tersebut menjadi tepung ikan murni yang kembali memiliki nilai guna.

Baca juga: UMKM Kalsel: Bukan Dibakar Biasa, Ini Cara Mengolah Ikan atau Ayam di Kedai Asap Nyaman Liwar Tapin

Nurul, pemilik usaha Dapoer Katuyung di Martapura, memang sengaja mencari tulang ikan gabus dari sejumlah pelaku UMKM pengolahan ikan di Martapura Timur.

Ibu empat anak itu melihat ada bahan yang selama ini terbuang, tetapi sebenarnya masih dapat dimanfaatkan.

“Biasanya kalau tulang ikan itu diapakan, jawabannya dibuang. Akhirnya saya bilang kalau ada menyiangi ikan untuk pengolahan, tolong dikabari,” urainya.

Nurul kemudian menjalin kerja sama dengan sekitar empat UMKM di kawasan tersebut.

Tulang yang diterimanya bukan sembarang sisa ikan. Nurul meminta bagian tulang punggung yang masih menyisakan daging di sela-selanya. Bagian kepala dan tulang lain yang tidak dibutuhkan, dipisahkan.

Agar kualitas bahan tetap terjaga, tulang harus dalam kondisi segar. Jika belum bisa diambil pada hari yang sama, tulang harus dibersihkan kemudian disimpan di freezer.

Dan dari setiap kilogram tulang yang dikumpulkan, Nurul menghargainya Rp 1.000.

Begitu sampai di dapur kecilnya, proses pengolahan kemudian dimulai. Tulang terlebih dahulu dibersihkan kembali untuk memastikan tidak ada sisa daging yang berlebihan.

Setelah itu, tulang melalui proses presto, pencucian berulang, hingga pengeringan sebelum akhirnya digiling menjadi tepung.

Seluruh rangkaian tersebut membutuhkan waktu paling cepat sekitar dua hari.

Hasil akhirnya memang tidak banyak. Dari sekitar 50 kilogram ikan gabus segar yang terkumpul dalam satu bulan, Nurul bisa mendapatkan sekitar 1 kilogram lebih tulang punggung yang masih memiliki sisa daging.

Setelah diolah, tulang tersebut menghasilkan sekitar 600 hingga 800 gram tepung tulang ikan murni.

Meski jumlahnya kecil, namun justru mulai dicari. Permintaan datang dari sejumlah pihak, mulai dari dinas perikanan, dosen, mahasiswa hingga pelaku pengolahan perikanan yang ingin mencoba mengembangkan produk berbahan dasar tepung tulang ikan.

Bagi Nurul, permintaan tersebut menunjukkan bahwa sisa produksi ikan tidak selalu berakhir sebagai limbah.

Nurul juga mulai bereksperimen menghasilkan albumin dalam bentuk cair maupun serbuk.

“Kalau untuk saya pribadi dulu hampir tidak ada lagi limbah. Paling ibaratnya limbah sisiknya sama jeroan yang belum bisa dipakai,” ujarnya.

Diakui perjalanan menuju ke sana tidak selalu mudah. Harga ikan gabus sempat melonjak tajam.

Nurul biasanya mendapatkan ikan berukuran kecil dengan harga sekitar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram.

Pada periode tertentu, harga naik menjadi sekitar Rp 60 ribu bahkan mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Di sisi lain, usaha tepung tulang ikannya juga masih menghadapi keterbatasan peralatan. Saat ini Nurul masih mengandalkan blender untuk menghancurkan tulang yang telah melalui proses pengolahan.

Harga alat tersebut sekitar Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta, tetapi penggunaannya untuk mengolah tulang membuat mesin lebih cepat rusak.

Baca juga: UMKM Kalsel: Kue Bebas Gluten dan Ramah Diabetes Ala Mondiamels Kitchen Banjarmasin

Nurul kini berharap ada pihak yang bersedia bekerja sama menyediakan peralatan atau tempat produksi yang lebih memadai.

Adapun, Rudy Mulyadi selaku Kepala Bidang Usaha Mikro DKUMPP Kabupaten Banjar, mengapresiasi UMKM yang membuat inovasi atau terbosan dari tulang ikan ini. Pihaknya terus mendukung UMKM dalam berinovasi dan berkarya.

"Bagi kami ini bagus, dan juga kami promosikan melallui pameran," kata dia. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.