BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Berlari cepat, Edo membawa helm besi yang berisi air. Murid kelas V SDN Syamsudin Noor 4 Banjarbaru ini bergegas mendatangi lahan yang masih berasap dan langsung menyirapkan air yang dia bawa.
Dia terus menyiramkan air di lahan bekas terbakar yang masih mengeluarkan asap.
Edo, tidak sendiri beberapa temannya juga ikut terlibat dalam ikut penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Tegal Arum, Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru.
Para relawan cilik ini ikut berjibaku melawan api bersama petugas dari relawan BPK, BPBD, TNI dan Polri dan Satgas Darat serta helikopter water boombing BNPB.
Baca juga: Ditantang Anggota DPRD Kalsel, BEM Se-Kalsel Turun Padamkan Karhutla di Banjarbaru
Tak hanya alat seadanya. Membawa mesin pompa air dan selang diameter 2 inc dengan panjang sekitar 40 meter, alat-alat tersebut diangkut dengan sepeda yang sudah dimodifikasi.
Membawa alat-alat tersebut Edo dan kawannya dengan sigap mendatangi kawasan bekas terbakar yang sudah dilakukan pembasahan lewat udara.
Dalam proses mencari titik air, kemudian menghidupkan mesin, memasang selang, hingga cara menyemprot, para relawan cilik tersebut tanpak sudah terlatih dan kompak. Bahkan ada tim khusus bertugas membeli logistik termasuk BBM.
“Memang kami masih kecil untuk menjadi relawan. Tapi kami sudah terbiasa melihat orangtua kami saat beraksi dalam musibah kebakaran,” ucap Hafarel, Minggu (30/8/2026).
Pelajar SMP kelas VIII ini memang terlihat paling tua umurnya daripada rekan lainnya sehingga dipanggil ‘Ketua’.
Menurut Hafarel lokasi kebakaran tersebut dekat dengan SMPN 15 Banjarbaru, tempatnya belajar.
“Paling penting asapnya habis, karena kemarin kita sempat tidak bisa belajar di sekolah karena diselimuti kabut asap,” tambah Hafarel.
Secara umum karhutla masih terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Banjar dan Banjarbaru.
Kemarin api sempat berkobar cukup besar dan menjalar mendekati Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bahkan pemadam menyaksikan api merambat hingga mengenai kabel di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Banjar.
"Tadi kami padamkan api juga di sana Jalur Gubernur Syarkawi," kata relawan Khadijah, M Akbar, Selasa (1/9/2026) siang.
Disampaikannya api di tepi jalan tersebut berhasil mereka padamkan. Namun dari dalam tanah masih muncul asap yang diduga berasal dari bara api.
Kepala Pelaksana BPBD Banjar Drs Wasis Nugraha menjelaskan karhutla yang terjadi di Jalan Gubernur Syarkawi, melanda lahan gambut dengan vegetasi semak belukar dan pohon galam seluas sekitar 0,54 hektare.
Tim gabungan yang terdiri dari Satgas Karhutla BPBD Kabupaten Banjar, BPBD Provinsi Kalsel, TNI, Polri dan relawan BPK berhasil memadamkan seluruh area yang terbakar.
Penanganan berlangsung dari pukul 13.06 hingga 14.21 Wita. Diakui Wasis, kendala yang dihadapi petugas adalah sulitnya menemukan sumber air.
Melalui laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), Wasis menambahkan, hingga kemarin sore terpantau 61 titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Banjar.
Kemarin api juga berkobar di kawasan Kota Citra Graha (KCG), Kelurahan Landasan Ulin, Kecamatan Lianganggang, Banjarbaru.
Baca juga: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Wilayah Kalsel, BMKG Tetap Imbau Waspada Karhutla
Api yang berkobar di lahan kawasan KCG bahkan sempat mendekati bangunan sekolah SMA Plus Citra Madinatul Ilmi.
Beruntung, lahan yang terbakar berada dekat dengan sungai kecil yang masih ada airnya, sehingga petugas tidak kesulitan mendapatkan air untuk pemadaman.
Seorang relawan, Muhammad Akbar, mengatakan api sempat membesar hingga mendekati area sekolah. Dan berkat penanganan cepat petugas dan relawan BPK, api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke bangunan utama sekolah.(lis/riz)