Korban Terdampak Kebakaran di Jalan Nakula Denpasar yang Termasuk KK Luar Bali Akan Dipulangkan
Putu Kartika Viktriani September 02, 2026 12:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kebakaran hebat rumah bedeng terjadi di Jalan Nakula, Banjar Mergaya, Desa Pemecutan Klod, Denpasar pada Senin, 31 Agustus 2026 malam.

Dinas Sosial Kota Denpasar mencatat, sebanyak 22 KK terdampak kebakaran tengah dilakukan asement.  

Ke-22 KK terdampak tersebut pun merupakan KK luar Denpasar.

Untuk selanjutnya, untuk KK luar Bali akan dipulangkan ke daerah asalnya.

Meski demikian bantuan untuk mereka yang terdampak tetap berjalan.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswati mengatakan, standar pelayanan minimal untuk kebakaran berlangsung selama 3 hingga 7 hari. 

Warga yang terdampak telah dievakuasi di musola terdekat. 

 

Laxmy mengatakan, bantuan kemanusiaan tentu tetap dijalankan terhadap warga terdampak.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan asesment sekaligus mendata berapa jumlah warga dari dalam dan luar Bali. 

Baca juga: Kronologi Bale Daje di Klungkung Bali Terbakar, Berusaha Dipadamkan Manual, Api Malah Membesar

"Dari hasil asesment nantinya, untuk warga yang tidak memiliki tujuan di Denpasar, kami akan pulangkan ke daerah asal," ujar Laxmy, Rabu, 2 September 2026.

Ia juga menekankan, untuk warga yang tidak memiliki tujuan di Denpasar dan telah dipulangkan, tidak akan diizinkan kembali ke Denpasar. 

Terlebih ia menilai, selama ini mereka telah melakukan aktivitas yang tidak sesuai seperti membangun rumah bedeng hingga menimbun sampah. 

Aktivitas tersebut menurutnya yang sangat riskan memicu kebakaran yang menyebabkan kerugian. 

"Untungnya dalam bencana ini tidak ada korban jiwa. Dan api tidak sampai menyebar ke perumahan," katanya.  

Usai asesment warga yang tidak memiliki tujuan di Denpasar akan dilakukan tes kesehatan sebelum dipulangkan. 

Sementara itu, sampai saat ini aktivitas pemadaman masih berlangsung.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, mengatakan bahwa pihaknya mendatangkan tiga unit ekskavator ke lokasi kejadian untuk mengurai tumpukan sampah agar api di lapisan bawah dapat dipadamkan secara total.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan alat berat sangat diperlukan dalam pemadaman kebakaran lahan atau tumpukan sampah. 

Penyemprotan air hanya dari permukaan dinilai tidak efektif karena tidak mampu menjangkau titik api yang mengendap di bagian dalam.

"Kalau tanpa ekskavator, kami sulit untuk memadamkan api yang sudah ada di bawah tumpukan sampah. Seberapa besar pun kami semprot dari atas, apinya tidak akan kena. Jadi harus kami garuk dulu dengan ekskavator, baru disemprot. Metode ini sama seperti yang kami terapkan saat penanganan di TPA kemarin. Kerja kita jadi lebih efektif dan hemat air," jelasnya.

Tiga unit ekskavator yang dikerahkan tersebut yakni satu unit dari Dinas PUPR Kota Denpasar, satu unit dari Pemecutan Kelod, serta satu unit bantuan dari Kabupaten Badung.

Selain alat berat, penanganan di lapangan saat ini didukung oleh sembilan unit armada pemadam kebakaran dari Denpasar, dan tiga unit damkar dari Kabupaten Badung.

Made Tirana mengungkapkan bahwa kondisi di lokasi secara umum sudah mulai terkendali dan titik api telah berkurang dibandingkan hari sebelumnya. 

Sebagian besar area kini hanya menyisakan kepulan asap.

"Tadi pagi asapnya sebenarnya sudah bersih. Tapi begitu terkena sinar matahari dan angin kencang, asapnya muncul kembali. Itu terjadi di titik-titik yang belum sempat digaruk. Wilayah yang sudah digaruk kemarin kondisinya sudah aman," tambahnya.

Pihaknya optimistis pemadaman dapat diselesaikan dalam waktu dekat apabila seluruh alat berat sudah beroperasi penuh di lokasi. "Kalau ketiga ekskavator sudah bekerja hari ini, astungkara sampai besok pagi penanganan sudah bisa selesai," tutup Made Tirana.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.