Juara Dunia MotoGP 2026: Ducati vs Aprilia hingga Akhir Musim, Martin Sebut Marquez & Bezzecchi
Drajat Sugiri September 02, 2026 12:36 PM

TRIBUNNEWS.COM - Arah perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026 setelah seri Aragon masih dengan persaingan antara Ducati dan Aprilia yang diprediksi terus berlangsung hingga akhir musim.

Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, sebelumnya telah mengungkap bahwa pertarungan gelar bakal ditentukan oleh kemampuan masing-masing pabrikan menghadapi karakter sirkuit yang berbeda.

Menurut Tardozzi, Ducati dan Aprilia memiliki kekuatan yang relatif berimbang sehingga tidak ada satu pabrikan yang bisa dianggap akan selalu unggul pada setiap seri.

"Itu (perebutan gelar) akan terus seperti ini, akan ada sirkuit yang lebih cocok untuk Aprilia dan ada juga sirkuit yang lebih cocok untuk Ducati hingga akhir musim," kata Tardozzi mengutip MotoGP.

Kondisi tersebut membuat persaingan antara Marc Marquez sebagai tumpuan Ducati dan Marco Bezzecchi yang menjadi andalan Aprilia diprediksi berlangsung hingga akhir musim.

Pandangan Tardozzi tersebut kemudian mendapat dukungan dari pengamat MotoGP, Topan Yuniarto, yang menilai paruh kedua musim akan menjadi pertarungan adaptasi terhadap karakter setiap sirkuit.

Baca juga: Aragon Memberi Bukti, Marc Marquez Sanggup Pecundangi Motor Terbaik di MotoGP 2026

"Saya melihat paruh kedua musim 2026 akan menjadi pertarungan adaptasi terhadap karakter sirkuit, Ducati mungkin sangat kuat di satu trek, kemudian Aprilia bisa memperkecil gap atau bahkan unggul di trek lain," ujar Topan ketika dihubungi Tribunnews, Jumat (28/8/2026).

Topan menilai persaingan gelar tidak hanya ditentukan oleh siapa yang mampu mengoleksi kemenangan terbanyak.

Tetapi juga pembalap yang mampu meminimalkan kehilangan poin ketika menghadapi lintasan yang kurang sesuai dengan karakter motornya.

"Dan di situlah menurut saya perebutan gelar akan ditentukan, bukan hanya siapa yang paling sering menang, tetapi siapa yang paling sedikit kehilangan poin ketika berada di sirkuit yang tidak terlalu cocok dengan karakter motornya," kata Topan.

"Jadi kalau dikaitkan dengan pernyataan Tardozzi, saya melihatnya cukup relevan, Aragon bisa menjadi salah satu titik penting, terutama karena dua edisi terakhir menunjukkan dominasi Marc dan Ducati."

"Tetapi setelah itu, kita harus melihat bagaimana peta kekuatan berubah dari satu sirkuit ke sirkuit berikutnya," paparnya.

Martin Tak Ingin Hanya Jadi Penonton

Sejalan dengan prediksi tersebut, Jorge Martin juga melihat Marquez dan Bezzecchi sebagai dua pembalap yang memiliki peluang besar untuk terus terlibat dalam perebutan gelar.

"Saya tentu akan menyebut Marc dan Marco, saya melihat keduanya sebagai pesaing yang sangat kuat untuk terus bertarung hingga akhir musim," terang Martin mengutip Motosan.

lihat foto
JORGE MARTIN - Pembalap asal Spanyol yang memperkuat Aprlia Racing, Jorge Martin dalam gelaran MotoGP Ceko 2025 di Sirkuit Brno sebelum sesi kualifikasi, pada 19 Juli 2025. (Foto: Laman MotoGP)

Meski menyebut kedua rival tersebut sebagai kandidat kuat, Martin tidak ingin menutup peluangnya sendiri untuk ikut meramaikan persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026.

"Saya berharap, dengan kerja keras yang saya lakukan, bisa tetap berada dalam persaingan hingga akhir musim, itu adalah tujuan utama saya."

"Jika memiliki kesempatan, saya akan mengambil risiko yang diperlukan untuk memperjuangkannya," sambung pembalap Aprilia tersebut.

Martin juga menyadari bahwa jika benar-benar harus bertarung dengan Marquez untuk memperebutkan gelar.

Situasi tersebut akan menjadi pengalaman istimewa karena berhadapan dengan salah satu pembalap terbaik dalam sejarah MotoGP.

"Pada akhirnya, gelar tetaplah gelar dan saya tidak peduli harus bertarung dengan siapa untuk mendapatkannya, tetapi jelas bahwa melawan salah satu pembalap terhebat dalam sejarah untuk memperebutkan gelar merupakan sesuatu yang istimewa," ujar Martin.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.