Buka Papeda Summit 2026 di Sorong: Ini Harapan Menko Pangan Zulkifli Hasan 
Petrus Bolly Lamak September 02, 2026 12:38 PM

 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan membuka Papeda Summit 2026 di Gedung L Jitmau, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (2/9/2026).

Pembukaan ditandai penabuhan tifa bersama Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu serta sejumlah kepala daerah dan pejabat lainnya.

Zulkifli berharap Papeda Summit 2026 tidak hanya menjadi forum seminar dan pertemuan, tetapi mampu menghasilkan agenda konkret dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Harus ada hasil, ada karya nyata, ada manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat yang ada di sekitar hutan,” kata Zulkifli Hasan

Baca juga: Papeda Summit 2026 di Sorong Rumuskan Arah Pembangunan Berkelanjutan Tanah Papua

Menurutnya, setiap agenda dalam forum tersebut harus memiliki program aksi jelas, termasuk mengenai kegiatan yang akan dikerjakan serta dukungan anggaran yang dibutuhkan.

Ia menilai, selama ini pelaksanaan berbagai program terkadang terkendala proses pencairan anggaran dan persyaratan yang cukup panjang. 

Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat anggaran lebih banyak terserap untuk kegiatan seminar dan pertemuan dibandingkan program yang benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Jangan hanya seminar-seminar saja. Kita ingin agar anggaran-anggaran itu dapat menghasilkan sesuatu yang nyata dan dirasakan oleh masyarakat di sekitar hutan,” katanya.

Baca juga: Elisa Kambu Sentil Pemerintah Pusat: Papua Baru Diperhatikan Kalau Ada Gerakan

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyinggung pentingnya percepatan pengelolaan hutan adat oleh masyarakat adat di Papua.

Menurutnya, hutan adat yang dikelola langsung oleh masyarakat adat dapat memberikan manfaat lebih besar apabila proses penyerahan dan pengelolaannya dilakukan secara cepat.

Ia juga menyampaikan adanya perkembangan terkait luasan hutan yang telah diproses untuk masyarakat adat di Papua.

Berdasarkan laporan dari pihak kehutanan, terdapat sekitar 1,7 juta hektare yang telah diproses. Namun, menurutnya, penyerahan secara resmi belum dilakukan melalui seremoni.

“Dari kehutanan sudah melaporkan kepada saya, ini sudah kami kasih. Coba kamu cek. Sudah 1,7 juta. Bukan target, sudah 1,7 juta,” jelasnya.

Ia menjelaskan, dokumen terkait penyerahan tersebut disebut telah tersedia, namun proses seremoni penyerahan secara resmi masih perlu dilakukan.

“Suratnya sudah, cuma belum diseremonikan. Orang sini maunya diseremonikan,” ujarnya.

Baca juga: Papeda Summit 2026 di Sorong Hadirkan 1.030 Peserta dari 6 Provinsi se-Tanah Papua

Zulkifli berharap momentum Papeda Summit 2026 dapat mendorong percepatan berbagai program yang berkaitan dengan masyarakat adat, khususnya dalam pengelolaan hutan adat, sehingga kebijakan pemerintah tidak berhenti pada pembahasan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.