Tujuh Ruko dan Satu Rumah di Tejakula Bali Ludes Kebakaran, Kerugian Tembus Rp700 Juta
Putu Dewi Adi Damayanthi September 02, 2026 12:41 PM

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Suasana malam di Banjar Dinas Sila Darma, Desa Tejakula, Buleleng, Bali pada Selasa 1 September 2026, mendadak riuh setelah warga dikejutkan peristiwa kebakaran. 

Api yang awalnya membakar satu ruko milik warga, dengan cepat merembet ke bangunan di sekitarnya.

Berdasarkan data kepolisian, total ada tujuh ruko yang terdampak kebakaran. Masing-masing dua ruko milik Made Murniati (65) dan Luh Sayang (52). 

Sisanya masing-masing satu ruko milik De Polih (68), Ketut Suwita (65), dan Ketut Carini (60). 

Baca juga: Korban Terdampak Kebakaran di Jalan Nakula Denpasar yang Termasuk KK Luar Bali Akan Dipulangkan

Selain ruko, kobaran api juga merembet ke rumah warga bernama Made Widiadnyana (40). 

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengatakan peristiwa kebakaran dilaporkan pukul 22.00 Wita. 

"Mendengar teriakan itu, warga langsung keluar rumah mendatangi sumber suara dengan maksud untuk memastikan kebakaran tersebut," ucapnya, seizin Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, Rabu 2 September 2026. 

Saat tiba di jalan raya, kedua saksi mendapati kobaran api sudah membesar dari dalam ruko milik Luh Sayang. 

Mereka kemudian berupaya memadamkan api menggunakan selang sambil meminta bantuan warga sekitar.

Namun, api semakin membesar dan merembet ke ruko lainnya hingga akhirnya turut membakar satu unit rumah di sekitar lokasi.

"Dua pemuda itu segera menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Tejakula, Damkar Buleleng hingga PLN agar aliran listrik di TKP dapat dimatikan sementara demi keamanan," jelasnya. 

Sebanyak tiga unit armada Damkar segera dikerahkan untuk memantu proses pemadaman. 

Upaya pemadaman malam itu berlangsung hingga pukul 01.30 Wita. 

Yohana menyebut tujuh unit ruko dan satu unit rumah terdampak dalam kebakaran tersebut. 

Ruko-ruko itu digunakan untuk menyimpan maupun menjual berbagai barang, di antaranya pakan ternak, tabung gas, minuman, dan barang dagangan lainnya.

Sementara itu, rumah milik Made Widiadnyana juga ikut terbakar. Sejumlah barang di dalam rumah, seperti kasur, lemari, dan pakaian turut hangus.

"Akibat kebakaran ini, estimasi kerugian ditaksir mencapai Rp700 juta. Walau demikian tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini," katanya. 

Dari hasil pendataan sementara, kebakaran diduga terjadi akibat korsleting atau arus pendek listrik. 

Meski demikian, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. (mer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.