TRIBUNLOMBOK.COM – Kinerja sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Juli 2026 didominasi kunjungan wisatawan nusantara atau domestik.
Dari sisi kuantitas, wisatawan nusantara mendominasi dengan torehan 1.410.478 perjalanan sepanjang Juli 2026.
Volume ini tumbuh positif 3,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dan melonjak agresif sebesar 15,95 persen dibandingkan Juli 2025 yang tercatat sebanyak 1.216.472 orang.
Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juli 2026, total pergerakan wisnus di NTB telah menyentuh 8.940.196 perjalanan, naik 5,96 persen dibandingkan capaian kumulatif periode yang sama tahun 2025.
Baca juga: Pariwisata NTB Juli 2026: Hotel Kebanjiran 136 Ribu Turis Asing
Kota Mataram mempertahankan posisinya sebagai pusat pergerakan wisnus dengan menyerap 340.435 kunjungan, meski mengalami kontraksi bulanan tipis sebesar 0,32 persen.
Sementara itu, akselerasi pertumbuhan bulanan tertinggi dicatatkan Kabupaten Lombok Tengah yang melonjak 9,44 persen menjadi 205.325 perjalanan, disusul Kabupaten Lombok Timur dengan kenaikan 9,29 persen.
Wisatawan mancanegara dominan dari sisi kualitas pengeluaran riil per kunjungan tercermin dari indikator Rata-rata Lama Menginap (RLM) yang jauh lebih tinggi.
Di hotel berbintang, RLM wisman tercatat selama 2,35 hari, mengungguli rata-rata lama tinggal wisnus yang hanya bertahan 1,72 hari.
Perbedaan ini lebih mencolok di segmen penginapan nonbintang atau kelas budget, di mana wisman menginap rata-rata hingga 2,22 hari, berbanding jauh dengan wisnus yang rata-rata hanya menginap 1,16 hari.
Jika dibandingkan langsung dengan data kedatangan wisman NTB pada periode yang sama, total wisman yang tercatat menginap di hotel bintang dan nonbintang NTB pada Juli 2026 mencapai 136.318 orang, jauh berada di bawah volume wisnus yang mencapai 1.410.478 perjalanan.
(*)