Viral Soal Mutu Beras Bantuan, Bulog Lombok Timur Bantah dan Pastikan Produk Sesuai Standar
Laelatunniam September 02, 2026 02:05 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Penyaluran beras dari program Bantuan Pangan (Bapang) yang digulirkan oleh Bulog Cabang Lombok Timur baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di jagat maya.

Beredar kabar yang menyebut bahwa kualitas beras yang didistribusikan jauh dari kriteria layak. Namun, Pimpinan Cabang (Pimca) Bulog Lombok Timur menepis tudingan tersebut dan menyatakan bahwa informasi yang viral itu tidak benar.

Belakangan, media sosial diramaikan dengan unggahan yang menyoroti kondisi beras bantuan. Sejumlah penerima manfaat mengeluhkan bahwa beras yang mereka terima memiliki aroma tidak sedap, warnanya kusam dengan bercak hitam atau kekuningan, serta cita rasanya dinilai kurang nikmat.

Salah seorang warga penerima bantuan, Opik, mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima jatah beras sebanyak 30 kilogram.

Meskipun bersyukur atas bantuan tersebut, ia mengaku cukup terkejut melihat kualitasnya yang dinilai masih tercampur dengan banyak patahan (menir), berwarna, dan tercium bau apek.

"Kami menerimanya Selasa lalu, tetapi kami tetap mensyukuri. Hanya saja, untuk ke depannya kualitas perlu ditingkatkan agar lebih baik, walau ini program bantuan untuk masyarakat," ujarnya, Rabu (2/9/2026).

Keluhan serupa juga banyak dibagikan oleh pengguna media sosial lainnya. Meskipun demikian, masyarakat tetap mengucap syukur atas bantuan yang diberikan.

"Kita berharap agar kualitas beras ke depannya lebih diperhatikan supaya benar-benar aman dan layak untuk dikonsumsi," harap Opik.

Menanggapi polemik ini, Pimca Bulog Lombok Timur Dindy Wida menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi terkait video yang tersebar di salah satu desa di Lombok Timur.

Dindy menegaskan bahwa isi video tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Menurutnya, peristiwa itu berawal dari unggahan di akun Facebook Pro yang diduga bertujuan untuk mengejar target monetisasi.

"Yang bersangkutan dalam klarifikasinya mengaku tidak pernah melontarkan ujaran kebencian. Namun, komentar di unggahannya meluas ke mana-mana dan dibiarkan begitu saja, karena unggahan tersebut ramai dan berdampak pada pendapatan monetisasi Facebook Pro-nya. Kondisi foto yang diambil di dalam rumah dengan pencahayaan gelap dan posisi di dalam karung juga membuat kualitas tampak buruk di gambar," jelasnya.

Dindy menambahkan bahwa pihak desa setempat bersama petugas Bulog Lotim telah turun langsung ke lapangan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Proses pemeriksaan juga telah dilakukan oleh aparat berwenang. Ia memastikan bahwa pihaknya akan senantiasa menjaga mutu beras yang disalurkan.

"Terkait kualitas, kami tegaskan bahwa produk ini sudah sesuai standar dan ketentuan yang berlaku di kami. Saat ini kami juga terus menjalin koordinasi lanjutan dengan Tim Satgas Pangan dan Saber Selindo, dan kebetulan hari ini kami juga menggelar rapat virtual (zoom) lagi untuk menindaklanjuti hal ini," pungkasnya.

Baca juga: Jaga Ketahanan Pangan, Bulog Percepat Penyaluran Bantuan di NTB

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.