Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CITAYAM - Kejadian tak terduga menghantam sistem distribusi air di Kota Depok setelah insiden kebakaran kabel power melumpuhkan total pengoperasian instalasi pengolahan air bersih.
Dampak dari terhentinya pompa membuat puluhan ribu rumah warga mendadak kehilangan pasokan air kebutuhan sehari-hari sejak gangguan tersebut terjadi.
Manajemen PT Tirta Asasta Depok (Perseroda) langsung bergerak cepat guna mengidentifikasi serta melokalisasi kerusakan di lapangan.
Baca juga: Kekeringan Landa Depok, Tirta Asasta Gercep Kirim 6.000 Liter Air Bersih ke Curug Bojongsari
Direktur Operasional PT Tirta Asasta Depok, Sudirman, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pelanggan.
"Saya Sudirman, Direktur Operasional PT Tirta Asasta Depok, menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya atas gangguan pelayanan yang terjadi pada masyarakat Kota Depok dan pelanggan Tirta Asasta Depok saat ini," kata Sudirman dalam video yang diterima TribunnewsDepok.com, Rabu (2/9/2026).
Pihak perusahaan menjelaskan bahwa kerusakan teknis ini memberikan dampak yang cukup masif pada cakupan layanan wilayah IPA Citayam.
"Terjadi gangguan pada Instalasi Pengolahan Air di IPA Citayam, di mana pelanggan yang dilayani kurang lebih 30.000 pelanggan, dan semua terdampak terhadap pengaliran," tuturnya.
Untuk meringankan beban warga yang terdampak, armada mobil tangki darurat langsung diterjunkan ke area permukiman pelanggan.
Langkah taktis pendistribusian air darurat ini terus digenjot guna memastikan pasokan air bersih primer warga tetap terpenuhi selama masa pemulihan.
Manajemen mencatat belasan unit truk tangki telah digerakkan secara intensif guna menyuplai puluhan ribu liter air ke wilayah terpencil maupun pemukiman padat.
Tim teknis di lapangan memperkirakan proses perbaikan fisik kabel power memerlukan waktu beberapa jam sebelum tahap pengaliran air dapat dinormalisasi sepenuhnya secara bertahap.
"Terkait dengan perbaikan yang dilakukan, dari mulai saat ini kami membutuhkan waktu 3 jam, dan proses normalisasi pengaliran itu sekitar 6 jam dari selesainya pekerjaan perbaikan," jelasnya.
PT Tirta Asasta Depok mengimbau seluruh masyarakat untuk bersabar serta berjanji akan merampungkan perbaikan seoptimal mungkin demi mengembalikan pasokan air bersih ke kondisi normal. (m38)