Harga Emas di Padang Turun Jadi Rp2.304.000 per Gram, Warga Pantau Harga dan Tunda Jual
Rezi Azwar September 02, 2026 03:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Harga emas perhiasan di Pasar Raya Kota Padang, Sumatera Barat, mengalami penurunan pada pertimbangan perdagangan Selasa (2/9/2026).

Komoditas logam mulia tersebut terkoreksi sekitar Rp40.000 per ameh dibandingkan posisi sebelumnya.

Kondisi pergerakan harga terkini disampaikan langsung oleh Maulana, salah seorang karyawan Toko Emas Murni yang beroperasi di kawasan Pasar Raya Kota Padang.

Menurut keterangannya, saat ini harga emas perhiasan berada di level Rp5.760.000 per ameh. Nilai transaksi tersebut tercatat sudah mencakup biaya pemuatan atau upah pembuatan perhiasan.

Jika dikalkulasikan ke dalam satuan berat yang lebih kecil, harga jual perhiasan tersebut berada di angka Rp2.304.000 per gramnya.

Baca juga: Harga TBS Sawit Pasaman Barat Terbaru, Cek Selisih Mitra dan Non-Mitra

Sementara untuk transaksi jual kembali atau buyback, Toko Emas Murni mematok harga Rp5.450.000 untuk takaran satu ameh.

“Bagi masyarakat yang hendak melepas atau menjual kembali perhiasan dalam hitungan gram, nilai buybackyang ditetapkan yakni Rp2.180.000 per gram,”ucap Maulana.

Perkembangan harga hari ini menunjukkan penurunan yang cukup terasa. Pada hari sebelumnya, harga emas perhiasan di lokasi tersebut masih bertahan di angka Rp5.800.000 per ameh.

Dampak dari penurunan harga ini langsung terlihat pada aktivitas transaksi di lapangan. Maulana mengungkapkan, situasi pasar saat ini didominasi oleh warga yang sekadar memantau perkembangan nilai jual.

Baca juga: Harga Emas Perhiasan di Padang 2 September 2026: Turun Rp40 Ribu per Ameh

Sebagian besar pengunjung datang untuk menanyakan estimasi harga terkini atau sekadar "cek ombak" sebelum mengambil keputusan untuk bertransaksi.

Mengenai preferensi produk, Maulana menyebutkan minat konsumen saat ini tergolong merata. Tidak ada dominasi model tertentu, di mana angka peminat untuk seluruh jenis bentuk perhiasan relatif seimbang.

Warga Rela Menunda Transaksi demi Momen yang Tepat

Pergerakan harga ini memancing perhatian masyarakat yang memantau perkembangan dari media sosial, salah satunya Annisa. 

Warga lokal ini sengaja mendatangi toko emas setelah mengetahui kabar penurunan harga melalui platform digital.

Annisa mengaku kedatangannya ke Pasar Raya baru sebatas memantau kestabilan harga pasar. Ia memilih menahan diri sembari mengumpulkan dana sebelum benar-benar merealisasikan pembelian.

“Saya berharap tren penurunan ini dapat bertahan atau bahkan berlanjut hingga beberapa waktu ke depan, setidaknya sampai kesiapan dana modal yang disiapkannya mencukupi,”ucapnya.

Di sisi lain, respons berbeda ditunjukkan oleh warga bernama Hafizah yang awalnya berencana melego aset logam mulia miliknya.

Setelah mengetahui tren harga sedang meluncur turun, Hafizah memutuskan untuk mengurungkan niat menjual perhiasan emas dalam waktu dekat.

Ia memilih untuk bersikap tenang dan menunggu hingga grafik harga kembali bergerak naik. 

Baca juga: Kualitas Udara di Padang Memburuk, Warga Mulai Mengeluh Sesak Napas dan Sakit Tenggorokan

Langkah ini diambil mengingat kebutuhan dananya baru mendesak menjelang akhir bulan nanti.

Hafizah menaruh harapan agar nilai jual emas dapat merangkak naik dalam beberapa hari mendatang, sehingga momen pelepasan asetnya bisa memberikan hasil yang optimal sesuai kebutuhan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.