TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan mulai membawa dampak serius terhadap kesehatan masyarakat.
Kelompok rentan, termasuk anak-anak, menjadi salah satu pihak yang paling berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Salah satu korbannya adalah seorang balita berusia 2 tahun asal Desa Sungai Pinang Lama, Kabupaten Banjar. Bocah tersebut harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setelah kondisi kesehatannya memburuk.
Dalam tiga hari terakhir, balita itu mengalami sejumlah keluhan seperti batuk, pilek, dan demam yang tak kunjung mereda.
Keluarga pasien menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan paparan kabut asap yang menyelimuti wilayah tempat tinggal mereka.
"Untuk pilek, dia kena panas, pilek terus badannya panas nggak turun-turun," ujar keluarga pasien saat ditanya mengenai kondisi sang anak dikutip dari YouTube KOMPASTV, Rabu (09/02/2026).
Keluarga tersebut mengatakan keluhan kesehatan yang dialami balita sudah berlangsung selama tiga hari.
"3 hari sudah," kata keluarga pasien.
Hasil pemeriksaan medis menggunakan rontgen juga menunjukkan adanya dampak pada paru-paru yang diduga berkaitan dengan paparan asap.
Dampak kabut asap terhadap kesehatan warga juga tercermin dari data pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura.
Sejak Juni hingga Agustus 2026, rumah sakit tersebut mencatat sebanyak 326 pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjalani perawatan.
Mayoritas pasien ISPA yang menjalani perawatan diketahui memiliki penyakit penyerta, seperti asma dan pneumonia.
Tenaga medis RSUD Ratu Zalecha menyebut saat ini masih terdapat pasien yang menjalani perawatan akibat kondisi tersebut.
"Harusnya hari ini tiga, tapi satu hari ini pulang. Mereka dalam kondisi baik dan teratasi," ujar tenaga medis tersebut.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan asap Karhutla dapat semakin berisiko bagi masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan maupun kelompok rentan seperti balita dan anak-anak.
Tenaga medis mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah terdampak Karhutla.
Masyarakat disarankan menghindari bepergian ke luar rumah, terutama pada pagi hari ketika kondisi udara dapat terganggu oleh paparan asap.
Penggunaan masker juga dianjurkan ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, masyarakat diminta memperbanyak konsumsi air putih dan mengonsumsi multivitamin untuk membantu menjaga kondisi tubuh.
"Himbauan saya untuk kabut asap ini yaitu menghindari untuk bepergian ke luar, apalagi pagi hari, memakai masker, dan membanyak minum air putih dan multivitamin," kata tenaga medis.
Kabut asap akibat Karhutla kini menjadi ancaman kesehatan baru bagi warga di wilayah terdampak Kalimantan Selatan.
Kasus balita berusia 2 tahun di Kabupaten Banjar menjadi gambaran bagaimana paparan asap dapat berdampak pada kelompok rentan.
Masyarakat pun berharap penanganan kebakaran hutan dan lahan dapat segera dilakukan secara maksimal sehingga kabut asap tidak semakin meluas dan membahayakan kesehatan warga.
(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto)