TRIBUNBANYUMAS.COM, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menilai rencana pemekaran Kabupaten Banyumas menjadi tiga daerah otonom belum tepat dilakukan sekaligus.
Jika rencana pemekaran dilanjutkan, pembentukan dua daerah otonom terlebih dahulu menjadi pilihan yang lebih realistis.
Hal tersebut disampaikan Sadewo, Rabu (2/9/2026), menanggapi perkembangan terbaru rencana pemekaran Banyumas.
Sadewo mengatakan, mulanya usulan pemekaran Banyumas diarahkan menjadi dua wilayah, kemudian berkembang menjadi tiga wilayah.
"Dulu kan memang awalnya diajukan jadi 2 terus jadi 3 wilayah," kata Sadewo kepada Tribunbanyumas.com.
Ia mengaku pada prinsipnya tidak keberatan bahkan senang apabila Banyumas dimekarkan.
Namun, kalau melihat kemampuan daerah saat ini, ia menilai Banyumas belum sepenuhnya siap.
"Kalau saya jujur ya, ya senang aja kalau dimekarkan. Cuma secara hitungan saya, saat ini belum, menurut saya.
Ya, ini pendapat pribadi ya, menurut saya belum mampu," ujarnya.
Kemampuan fiskal
Menurut Sadewo, pemekaran perlu mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah, terutama karena salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) terbesar Banyumas berada di kawasan perkotaan Purwokerto.
Ia khawatir apabila pemekaran dilakukan tanpa perhitungan matang, justru akan berdampak terhadap kemampuan Kabupaten Banyumas sebagai daerah induk.
"Kasihan Banyumas kabupatennya, karena PAD yang besar itu ada di Kota Purwokerto," katanya.
Sadewo kemudian menggambarkan wilayah yang berpotensi masuk dalam pembentukan Kota Purwokerto apabila pemekaran tersebut terealisasi.
"Nanti tentunya Kota Purwokerto, Purwokerto akan mengambil, se-Kota Purwokerto, wilayah Baturraden ini kita ambil, mungkin sampai Karanglewas kita ambil," ujarnya.
Sementara kawasan Sokaraja diarahkan untuk masuk ke wilayah kabupaten dalam skema pemekaran.
"Sokaraja sepertinya kemarin disuruh masukkan Kabupaten, kasihan kalau kita berkembangkan.
Kecuali sudah ada jatah, itu jadi beda," katanya.