TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Polresta Denpasar mengerahkan kendaraan taktis water canon Sat Samapta untuk menuntaskan pemadaman kebakaran lahan bedeng dan gudang rongsokan.
Kebakaran hebat tersebut terjadi di Jalan Nakula, Gang Jatayu, Banjar Mergaya, Pemecutan Klod, Denpasar Barat, Denpasar, Bali, pada Rabu 2 September 2026.
Kebakaran yang melanda area seluas kurang lebih 3 hektare tersebut sejatinya bermula sejak Senin 31 Agustus 2026malam sekitar pukul 22.30 WITA.
Namun, bara api di tumpukan rongsokan kembali menyala pada Selasa 1 September 2026 sore kemarin hingga memicu kebakaran susulan yang kian meluas.
Baca juga: Dinsos Denpasar Salurkan Bantuan untuk 62 Orang Korban Kebakaran Gudang Rongsokan, Ada 20 Balita
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan, bahwa pengerahan armada water canon dilakukan untuk mempercepat proses pendinginan di titik-titik rawan yang masih mengeluarkan asap dan api aktif.
"Personel Polresta Denpasar turun langsung membantu pendinginan menggunakan water canon Sat Samapta karena di beberapa titik api masih terpantau menyala," ujar Iptu Gede Adi.
Iptu Gede Adi menyampaikan, situasi di lapangan sempat memburuk pada Selasa sekitar pukul 15.13 WITA ketika embusan angin kencang memicu kobaran api di sisi barat lahan.
Petugas pemadam kebakaran yang bersiaga sempat kewalahan menghadapi api yang merembet cepat ke area sekitar.
"Sekitar pukul 18.00 WITA, api merembet dan membakar dua unit rumah semi permanen milik warga bernama Niman di sisi barat, yang sebelumnya belum tersentuh api," ungkapnya.
Baca juga: Kronologi Kebakaran Hebat Bedeng di Jalan Nakula Denpasar Bali, Diduga Berawal dari Kebocoran Gas
Peristiwa awal kebakaran ini sempat membuat panik para penghuni bedeng dan pekerja gudang.
Salah seorang warga, Siswanto alias Sis Botol (43), sempat berupaya memadamkan api dari celah pembatas bambu menggunakan air keran.
Namun kobaran api dari arah selatan gudang langsung membesar dan melumat tempat kerjanya.
Di saat bersamaan, warga lain berlarian menyelamatkan keluarga serta barang berharga mereka.
Data sementara mencatat kerugian materi yang cukup besar. Sebanyak dua unit mobil termasuk satu unit Xenia DK 1508 GQE dan satu unit Avanza hangus terbakar.
Selain itu, 11 unit sepeda motor, 3 unit sepeda gayung, bangunan rumah semi permanen, barang elektronik, serta surat-surat berharga milik para penghuni.
Hingga saat ini, tim gabungan dari Damkar Kota Denpasar dan Kabupaten Badung masih terus berjibaku di lokasi dengan bantuan dua unit ekskavator untuk mengurai tumpukan puing rongsokan yang menimbun bara api.
Iptu Gede Adi menegaskan, pihak kepolisian juga terus mendalami penyebab pasti kebakaran hebat tersebut melalui pemeriksaan intensif di Polsek Denpasar Barat.
"Sampai saat ini penyidik sudah memeriksa saksi yang tinggal di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan asal-usul api," tutupnya. (*)